Daun afrika ini sangat cocok dihidangkan di meja-meja rumah makan. Agar tidak layu, dan memang daun ini cepat sekali layu setelah dipetik, daun-daun diletakkan pada wadah berair. Daun disusun dengan pangkal daun berada dalam air. Karena begitu cepatnya menjadi layu, maka yang paling baik juga adalah rumah-rumah makan memiliki kebun sendiri. Berbeda dengan sayur lalaban lainnya yang masih tahan dalam perjalanan dari kebun pertanian, menuju tempat pengumpul, ke pasar induk, ke pasar atau warung terdekat, lalu mencapai rumah dalam waktu beberapa jam. Daun afrika benar-benar tidak mampu.
Di beberapa daerah di Indonesia sudah ada unit-unit usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencoba menawarkan daun afrika dalam bentuk sediaan kering seperti daun teh dan sediaan teh celup. Situs penjualan online amazon juga sudah diisi produk teh daun afrika.
Sejauh ini saya harus mengakui bahwa daun afrika lebih manjur dilahap lalaban, langsung daun segarnya. Jadi, sebaiknya masing-masing rumah tangga memiliki tegakan daun afrika ini, di kebun maupun di pot.
[caption id="attachment_410663" align="aligncenter" width="300" caption="mudah menanam daun afrika, perawatan minimalis"]

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI