Mohon tunggu...
Daffa Ardhan
Daffa Ardhan Mohon Tunggu... Freelancer - Cerita, ide dan referensi

Menulis dalam berbagai medium, bercerita dalam setiap kata-kata. Blog: http://daffaardhan.com

Selanjutnya

Tutup

Gadget Pilihan

Buku dalam Ancaman Literasi Digital

27 Mei 2019   19:35 Diperbarui: 27 Mei 2019   19:41 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Namun, ya, apa yang saya jelaskan diatas bisa jadi keliru namun tidak sepenuhnya salah pula. Ada poin-poin yang bisa menyanggah dan membenarkannya.

Yang membedakan antara buku dan informasi di internet adalah tidak adanya penyusunan pengetahuan secara lengkap dan tersetruktur. Serta yang jauh lebih penting, tidak ada seleksi tulisan dan tanggung jawab dalam setiap artikel yang tersebar di internet.

Terkadang informasi di internet ditulis secara anonim dan lebih rawan dengan tulisan yang tidak ilmiah. Itulah kenapa penggiat digital banyak yang mengkapanyekan gerakan anti hoax. Sebab itu yang jadi akar masalah dalam literasi digital saat ini.

Namun internet juga tak melulu berisi artikel "sampah". Internet sejauh ini telah memberikan pengaruh yang besar pada dunia membaca dan menulis. Sekarang ini, banyak situs atau web yang menyediakan platform bacaan yang berkualitas. Begitu juga dengan dunia menulis.

Dulu, berkarya lewat tulisan terbatas pada penulisan buku, koran, atau majalah sehingga market pembacanya pun terbatas. Bandingkan dengan internet yang segmentasi pembacanya jauh lebih luas dengan semua orang bisa mengaksesnya tanpa mengeluarkan uang.

Jadi, literasi secara utuh tidak hanya dimaknai dengan seberapa minat atau seberapa banyak seseorang membaca buku. Sebab buku bisa jadi hanya sebagai mediumnya saja.

Selebihnya, ilmu yang ada di dalam buku bisa di tempatkan pada medium lain seperti halnya internet. Yang membedakan buku dan internet hanya sebatas yang satu berbahan kertas dan satu lagi berbentuj digital. Tapi isinya tetap sama.

Bisa jadi suatu saat internet bisa lebih "dewasa", dalam arti informasi di internet dapat lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan informasi. Siapa yang tahu? mungkin suatu saat orang akan lebih suka pada informasi di internet daripada pada buku.

Alasannya sederhana: internet lebih cepat dalam merespon informasi. Dan orang-orang dibalik bisnis buku akan mengejar kecepatan informasi dengan mengalihkan platform buku kedalam platform digital seperti internet. Hal ini sudah dilakukan oleh perusahaan koran dan majalah berita. Kedepannya perubahan itu akan terus berkembang.

Hal ini tidaklah salah jika suatu saat internet bisa menjadi "seilmiah" buku. Meski disadari tantangan kedepannya, pengetahuan dalam literasi digital harus berhadapan dengan polarisasi kepentingan oknum tertentu dengan penyebaran informasi subjektif bahkan hoax.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun