PANIK, KETIKA AKUN MEDSOS HILANG. Banyak yang sempat panik gara-gara (ketika) akun Medsosnya tiba-tiba kemarin terganggu, bahkan ada yang hilang akunnya.
Mantan CEO dan Perintis Kompasiana, Kang Pepih Nugraha II, salah satu yang ikut kaget. Mantan wartawan Kompas dan mendirikan blog keroyokan baru "Selasar" dan "Borneopedia" ini, menulis status di laman FB-nya.
"Banyak fesbuker ngeluh ga bisa login, pun saya ngalamin, bahkan saya ga bisa buka lagi akun utama saya sampai sekarang," tulis pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat tapi doyan Pisang Ijo dan Coto Makassar khas Sulawesi Selatan ini hehe....
Medsos rasanya bak (ibarat) kehilangan pekerjaan. Apalagi kalau dari "sononya" memang sudah berstatus pengangguran, PHK dari tempat kerja, atau pensiunan hehe...
Kalau sudah begini, untuk saya pribadi, kehilangan akunSelasa malam (05/03/2024) lalu misalnya, saya lagi di dalam gerbong kereta api CommuterLine Jabodetabek dalam perjalanan dari Jakarta ke Bekasi. Saya sambil sudah mulai mengantuk, iseng-iseng buka medsos. Sempat kaget karena laman FB saya "hilang".
Tiba di rumah, coba buka lagi. Terlintas dalam pikiran, mungkin kuota internet di handphone sudah "separuh napasnya hilang" selama perjalanan. Coba bantu Wifi rumah.
Alhamdulillah, setelah ngutak-ngutak lagi laman FB (Facebook) dan diteruskan pagi hari, eh bisa muncul lagi akun utama dan juga...kawan-kawannya.Bahkan akun utama saya di blog keroyokan Kompasiana (biasa disingkat dengan huruf "K" besar) dan Twitter (yang kini sudah ganti logo jadi "X"), tiba-tiba bisa balik lagi. Padahal keduanya sudah lama "almarhum", hehe...
Khusus untuk akun Kompasiana.com/daeng2011 (yang saya daftarkan sejak tahun 2011, tidak terasa sudah 13 tahun loh), jujur saya harus berterima kasih kepada adminnya.
Ya karena ketekunan dan keikhlasan para admin " K" yang terus menerus menuntun saya via WA, akhirnya akun "K" balik lagi, dan saya bisa login lagi sebagai Kompasianer -- sebutan bagi penulis artikel di media milik grup Harian Kompas (PK Oyong - Jakob Oetama) ini.
Tentu saja, sangat merasa sayang jika sudah ada ratusan tulisan termuat di Kompasiana, lalu tiba-tiba harus hilang begitu saja. Sempat saya bikin akun "K" baru sebagai syarat untuk ikut lomba menulis.