Saya bisa bayangkan betapa dongkolnya Hengky Luntungan cs. Desakan mereka agar SBY mundur melalui Kongres Luar Biasa (KLB) dicuekin petinggi DPP Partai Demokrat (PD). Gak  penting.
Serangan terkait legalitas Kogasma Pemenangan Pemilu PD bahkan rontok sebelum berbunga. Sederet fakta menunjukan betapa demokratisnya pembentukan Kogasma. Lembaga ini dibentuk dalam Rapat Pengurus DPP PD. Keberadaannya sudah sesuai tuntutan situasi politik dan bernafaskan AD/ ART PD.
Ya, sedari awal manuver receh Hengky Luntungan cs sudah pasti gagal. Sejak Demokrat berdiri hingga hari ini, partai bintang mercy solid berdiri bersama SBY. Dinamika politik tidak menggeser loyalitas ini. Soalnya, mereka paham betapa tulusnya perjuangan SBY untuk membesarkan Partai Demokrat.
Makanya, ketika manuver Hengky cs naik ke permukaan, responnya akar rumput cuma satu: #WeStandWithSBY. Nah, fenomena ini ternyata disikapi pula oleh netizen Indonesia. Agaknya mereka paham perjuangan SBY untuk membesarkan Partai Demokrat. Dan perjuangan ini rupanya menarik simpati.
Kreativitas netizen pun muncul. Alih-alih berkata-kata kasar, netizen merespon manuver Hengky Luntungan cs untuk lucu-lucuan. Mereka memberi sanksi sosial. Mereka meluruskan kesalahan Hengky cs dengan cara komedi yang membikin kita terbahak-bahak.
Ambil contoh pasca terbongkarnya status Hengky Luntungan dan Subur Sembiring sebagai caleg gagal di Pileg kemarin. Dengan kreatif, netizen membuat meme-meme lucu. Misalnya : masak yang macam ini mau jadi pengganti SBY? Mengurus pencalegan diri saja sudah gagal, masak mau memimpin Partai Demokrat?
Ada pula yang membikin meme foto Hengky dalam format baliho. Tertulis Calon Ketum Demokrat 2020-2025. Lalu diiringi komentar, "siapa elu?".
Ada juga yang membuat video. Menyandingkan Hengky Luntungan cs dengan tokoh kartun spongebob untuk menyindir kedunguan Hengky.
Ini menunjukan kalau netizen punya pola pikirnya sendiri. Meskipun manuver Hengky Luntungan cs digoreng-goreng media, netizen tidak serta-merta terpengaruh. Mereka bisa memahami perjuangan SBY dalam membesarkan Partai Demokrat. Dan secara alamiah, mereka bergerak sebagai respek atas perjuangan tersebut.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI