Musuh terbesar dari kegagalan adalah diri sendiri. Kegagalan seringkali membuat  kita trauma, takut melangkah, sulit untuk move on. Akhirnya kita memvonis habis diri bahwa kita memang tidak mampu, kita kalah. Kita akhirnya memutuskan untuk berhenti mencoba.
Jika kita menerima bahwa gagal merupakan bagian dari kehidupan yang mengiringi dan mengokohkan, maka kita akan mudah melewati masa sulit tanpa hambatan yang berarti. Yang terjadi adalah, seringkali kita sulit menerima kenyataaan, hingga kita menyalahkan diri sendiri dan keadaan dinsekitar kita.
Sebenarnya hanya ada dua pilihan ketika kita berhadapan dengan kegagalan, pertama, terus menerus larut dalam kegagalan, dan kedua, kita mengevaluasi diri dan berusaha untuk bangkit kembali.
Orang hebat bukanlah mereka yang menang tetapi mereka yang bisa masih sanggup berdiri ketika jatuh. Pengalaman kegagalan adalah ilmu yang lebih berharga daripada cerita kesuksesan.
Di dunia ini hanya satu saja yang tidak pernah gagal yakni Tuhan. Hanya Tuhan yang tak pernah gagal. Wajarlah jika kamu pernah gagal. Karena itu, jangan pernah biarkan rasa kecewa menguasai hidupmu. Jangan terus menerus memberi kesempatan pada kegagalan untuk perasaanmu pikiran dan perasaanmu.
Roda kehidupan terus berputar, selalu ada gesekan antar baik dan buruk, susah senang, suskses dan gagal, hadapilah kenyataan yang terjadi dan teruslah belajar. Kegagalan melahirkan pribadi-pribadi tangguh. Kegagalan membuat kita belajar arti kehidupan yang sesungguhnya.
Percayalah, kegagalan terbesar dalam hidup adalah Saat anda memutuskan untuk Berhenti Mencoba. Karena jika Anda tetap Mencoba, Itu Adalah Proses Keberhasilan yang Tertunda.
Atambua, 21.12.2020
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI