Mohon tunggu...
Zulkifli Anwar
Zulkifli Anwar Mohon Tunggu... -

Menjaga NKRI Tetap Jaya

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menata Sistem Perekonomian Pancasila

29 Februari 2016   15:53 Diperbarui: 29 Februari 2016   16:30 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Pancasila mempunyai peran di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang ekonomi. Meskipun dasar negara Indonesia adalah Pancasila, namun ironisnya sistem perekonomian yang selama ini berlangsung tidaklah bersumber darinya. Setelah dicengkram sistem ekonomi komando di era orde lama yang bercorak sosialisme, berikutnya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi pasar yang bercorak kapitalisme di era Orde Baru. Dalam dialog dengan masyarakat pada acara Sosialisasi 4 Pilar yang mengambil tema "Sistem Perekonomian Nasional Berbasis Demokrasi Pancasila", anggota MPR RI H. Zulkifli Anwar menyetujui bahwa agar peran Pancasila dalam bidang ekonomi tidak dianggap berkiblat ke kapitalisme, maka perlu digalakkan kembali penanaman nilai-nilai Pancasila melalui proses pendidikan. Pada acara yang digelar di Gedung Sinarta, Bandar Lampung, tanggal 28 Februari 2016 lalu, dikemukakan pula bahwa perlunya kesadaran masyarakat agar ilmu ekonomi dapatdikembangkan ke arah ekonomiyang humanistik, bukan sebaliknya mengajarkan keserakahan dan mendorong persaingan yang saling mematikan untuk memuaskan kepentingan sendiri. Zulkifli juga menjelaskan bahwa sosialisasi empat pilar jangan hanya menjadi sekadar retorika, basa-basi, dan bahan seminar saja tetapi harus menjadi budaya luhur bangsa. Dengan serius mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat akan jauh dari keserakahan ataupun persaingan yang tidak sehat.   Dialog ini diikuti 150 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, majelis talim dan tokoh masyarakat.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun