BOGOR- pandemi virus covid-19 membawa perubahan serta dampak yang besar di Indonesia. Banyak aktivitas - aktivitas yang harus di hentikan demi mengurangi tingkat penularan virus covid-19, salah satunya aktivitas sekolah. Sudah lebih dari 2 tahun pemerintah Indonesia menghentikan sekolah tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh atau daring. Pembelajaran jarak jauh atau daring membawa pro dan kontra bagi masyarakat. Sebagaian masyarakat menilai pembelajaran jarak jauh atau daring banyak menyimpan permasalahan.
Sudah lebih dari 2 tahun para pelajar melakukan pembelajaran daring, namun kini pemerintah kota bogor sudah memberikan keputusan bahwa sekolah sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Kabar ini disambut gembira murid SDN Rancamaya 2 Bogor "senang bisa ke sekolah lagi. Bisa ketemu banyak temen sama ketemu pak guru dan bu guru" ungkap rodi siswa SDN Rancamaya 2 Bogor, Sabtu (5/3/2022).
Tak hanya para siswa yang menyambut kabar ini dengan gembira, para orang tua pun turut gembira mendengar sekolah akan dilakukan tatap muka. Para orang tua siswa mengaku kesulitan membantu mengajar anaknya selama pembelajaran daring dilakukan. "saya senang banget sekarang sekolah udah bisa datang langsung. Jadi memudahkan para orang tua, susah juga ngajarin anak sekolah sambal ngurus rumah" jelas yanah selaku orang tua siswa, Sabtu (5/3/2022).
SD Rancamaya 2 Bogor sudah menyiapkan banyak persiapan untuk menyambut pertemuan tatap muka terbatas. SDN Rancamaya 2 Bogor menggunakan sistem 2 gelombang, pagi dan siang. Masing -- masing hanya melalukan pembelajaran 3 jam. Tak hanya menggunakan 2 sistem, SD Rancamaya 2 Bogor juga hanya memperbolehkan sekolah PTM 3 hari dalam seminggu.
Para siswa serta guru harus tetap mengikuti perotokol Kesehatan yang sudah di anjurkan pemerintah. SDN Rancamya 2 Bogor sudah meyediakan fasilitas westafel di setiap koridor. Hal ini di harapkan dapat memudahkan para siswa untuk mencuci tangan. Selain mencuci tangan, SDN Ranacamaya 2 Bogor pun menyediakan hand sanitizer di setiap koridor. Para siswa serta guru pun wajib menggunakan masker. Hal ini diharapkan dapat menurunkan tingkat penularan virus covid-19 di area sekolah.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI