Simpanlah tatapanmu di ujung senja
Lembayung keemasan itu akan menghitam
Resapi aroma kepergian yang menggelayut
Hingga segala ratap juga pergi dari hatimu
Hari-hari itu hanyalah sehelai mimpi
Rajutlah asamu hingga jauh melayang
Di awal malam, di ujung pagi
Dalam setangkup harap, dalam ancaman kehampaan.
Oleh itukah engkau menyerah ?
Seluruh yang bergulir bukanlah mimpi di dalam mimpi.
Tapi ia hanya mimpi, Â bangunlah gerakkan tanganmu dan ia akan mewujud
Asa yang  berdiri diantara deru
angin, badai dan kesedihanmu
Letakkan dalam genggamanmu, jadilah dirimu sendiri,
Sebagaimana hamparan keemasan
padi yang menari-nari di tiup angin
Sedemikian  gemulainya, mereka merayu
melewati ubun-ubunmu
Pintalah pada tuhanmu untuk memiliki genggaman yang tak terlepaskan
Pintalah pada tuhanmu , tak dapatkah pucuk badai yang beringas itu, engkau kecup agar diam
Apakah yang menjadi asamu hanya bunga-bunga mimpi, Â dari mimpi di dalam mimpi?
Ketika asa telah teramat kelam
Iblis akan bercengkerama manja di pikiranmu
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI