Mohon tunggu...
Christie Damayanti
Christie Damayanti Mohon Tunggu... Just a survivor

Just a stroke survivor : stroke dan cancer survivor, architect, 'urban and city planner', author, traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino http://charity.christiesuharto.com

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kehidupan Perempuan Lajang dari "The Begijnhof Breda" sejak Abad Ke-12

18 Maret 2025   09:45 Diperbarui: 18 Maret 2025   09:45 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 Dokumentasi www.seebreda.nlPerempuan2 The Benijnhof Breda, kedua Perempuan ini yang diabadikan oleh patung karya senimah Belanda .....

By Christie Damayanti

Thr Begijnhof  bukan sembarang komunitas denagn puluhan rumah2 di kompleks tersebut. Di masa lalu, The Begijnhof termasuk di Breda diperuntukkan bagi perempuan lajang yang ingin mengabdikan diri pada agama tanpa menjadi biarawati.

Para perempuan lajang ini diberi nama Begijnhof, yang juga menjelaskan nama kompleks tersebut. Itu adalah komunitas Katolik, yang mematuhi aturan2 kehidupan tertentu yang mirip dengan para biarawati. Misalnya, para wanita mengenakan jubah abu-abu, mengucapkan kaul kesucian tetapi belum mengucapkan kaul kekal, dan pria tidak diterima dalam Begijnhof.

Dokumentasi www.seebreda.nlSebuah patung tentang 2 orang Perempuan lajang yang mengabdikan dirinya untuk melayani Tuhan lewat kehidupan Masyarakat di 
Dokumentasi www.seebreda.nlSebuah patung tentang 2 orang Perempuan lajang yang mengabdikan dirinya untuk melayani Tuhan lewat kehidupan Masyarakat di 
Di dalam dan sekitar kompleks The Begijnhof terdapat sebuah gereja, tempat mereka menghadiri misa setiap hari. Mengapa mereka tidak tinggal di biara?


Karena kehidupan di kompleks The Begijnhof memberi lebih banyak kebebasan. Di sini mereka dapat menjalani kehidupan religius tanpa harus menyerahkan segalanya kepada biara. Para wanita bahkan diizinkan meninggalkan komunitas ini untuk menikah.
The Begijnhof Breda


The Benijnhof Breda ini dibangun sekitar abad ke-12. Pada satu titik ada lusinan dari mereka di Belanda. Banyak di antaranya yang kini telah hilang atau menikah dan tidak disana lagi. Meskipun begitu, tempat bersejarah ini masih dapat dikunjungi. Saat ini ada empat The Benijnhof yang tersisa di Belanda, yaitu di Amsterdam, Breda, Delft dan Haarlem.


Komp;eks ini telah ada sejak 1267, yang berarti usianya lebih dari 750 tahun dan dengan demikian merupakan lembaga tertua di Breda.


Selain itu, pulau ini telah berada di bawah perlindungan Nassau sejak tahun 1531. Sama seperti di masa lalu, wanita lajang masih hidup di The Benijnhof juga secara aktif berkontribusi terhadap pemeliharaan negara. Tempat ini juga dapat dikunjungi, memiliki museum dan mempunyai gereja sendiri, yaitu Gereja St. Catherine.


***
Kompleks The Begijnhof yang indah dengan rumah2 tua berarsitektur klasik khas Belanda, gereja, pastoran, museum dan taman2 yang masih ditanami oleh pohon2 herbal dan buah2an.


Perempuan The Benijnhof terakhir meninggal pada tahun 1990, dan tidak ada sejak itu ada wanita lajang yang tinggal di sana.
Rumah2 tersebut tersebut disewakan sebagai perumahan sosial independent. Dan tetap bisa dikunjungi oleh wisatawan2 lokal atau internasional jika ingin tahu bagaimana kehidupan abad ke-12 dengan rumah2 yang damai .....


Beberapa wisatawan local mendatangi kompleks tersebut di Breda, dan hanya aku saja wisatawan asing yang datang kesana, karena kota mungil Breda ini memang bukan sebuah kota wisata. Melainkan kota permukiman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun