Dan  ia tanya, tanya, tanya, tanya lagi ...tanya terus sampai rasanya ngga selesai-selesai.
Kemudian setelah rasanya jutaan pertanyaan ia mendiagnosa saya bapak sakit migren, dan masalah anda ini. Ia kemudian menuliskan resep.
Saya tanya dokternya, udah gitu aja dok. Kapan dokter yakin bahwa dokter sudah mendiagnosa saya dengan akurat?
Dari pertama bapak cerita main trampolin di Malang. Tapi saya melatih diri saya untuk tidak mengambil keputusan dari asumsi saya, dan saya selalu memaksa diri saya untuk menanyakan 21 pertanyaan.
Dan saya tanya lagi, kenapa harus 21? Ia menatap saya dengan serius dan berkata, Karena 21 lebih banyak 1 daripada 20.
Jadi ketika anda mendiagnosa sesuatu tanyakan 21 pertanyaan.
Anda tdak bertanya untuk mengkonfirmasi asumsi anda. Anda bertanya hingga kelapisan terdalam untuk mendapatkan alasan kenapa sesuatu tidak berjalan dengan baik.
Sebagai Leader dengan gagah berani dan penuh kejujuran, diagnosa situasi organisasi anda saat ini yang sebenarnya dan kepemimpinan anda.
Belajar dari Kodak, Simon, CEO Kodak  mengatakan bahwa Kodak tidak gagal dalam beradaptasi di Era Digital. Buktinya Kodak menciptakan kamera digital pertama. Tapi kenapa Kodak gagal? Mereka gagal karena mereka tidak memahami kenapa mereka sukses. Mereka salah berpikir bahwa mereka ada dalam bisnis film atau foto, padahal mereka sebenarnya berada dalam bisnis memori (kenangan).
Orang yang paham HOW akan selalu mendapatkan pekerjaan. Orang yang paham WHY akan selalu menjadi bosnya. -- Ralph Waldo Emerson.
2. Discern Future Threats anda Opportunity