Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan produk kebudayaan populer (pop culture) Korea Selatan yang berhasil masuk ke Indonesia. Korean Wave memiliki daya tarik tersendiri. Saat ini, ada banyak sekali industri hiburan yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia, seperti drama series dan film.Â
Adanya gagasan baru dari UNDP (United Nations Development Programme), yaitu paradigma pembangunan manusia menjadikan industri hiburan Indonesia saling berhubungan satu sama lain dengan konsep-konsep dari paradigma ini.
DAFTAR PUSTAKA
Satya, V. E. (2018). Strategi Indonesia menghadapi industri 4.0. Info Singkat, 10(9), 19-24.
Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S. (2020, April). Selamat tinggal revolusi industri 4.0, selamat datang revolusi industri 5.0. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Putri, I. P., Liany, F. D. P., & Nuraeni, R. (2019). K-Drama dan penyebaran Korean wave di Indonesia. ProTVF, 3(1), 68-80.
Pramadya, T. P., & Oktaviani, J. (2021). Korean Wave (Hallyu) dan Persepsi Kaum Muda di Indonesia: Peran Media dan Diplomasi Publik Korea Selatan. Insignia: Journal of International Relations, 8(1), 87-100.
Ardia, V. (2014). Drama Korea dan budaya popular. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(3).
Herlinawati, H., Ulumudin, I., Fujianita, S., & Widiputera, F. (2020). Persepsi Masyarakat terhadap Perfilman Indonesia.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI