aku pikir setiap seniman adalah peternak. seorang musisi dengan segala upaya mencoba menjinakan para bunyi yang liar. ini adalah domestifikasi bunyi, dan seniman berupaya mendomestifikasi bunyi-bunyi yang liar.
bunyi-bunyi liar mesti "diterjemahkan" dan difilterisasi melalui bahasa-bahasa instrument, setidaknya bahasa yang dapat dimengerti.
dan pendomestifikasian bunyi justru berbalik memperalat si peternaknya sendiri, melalui keseksian bunyi peternak didefinisikan melalui stratifikasi, gender, keterbatasan bahasa instrumen dan yang paling jauh sampai pada memperpanjang bahasa si peternak hingga pada bahasa-bahasa yang tak terucap lagi.
Dan aku kira proses pendomestifikasi bunyi mungkin bisa jadi sejalan dengan proses evolusi manusia, saat manusia juga berupaya mendomestifikasi binatang ternak, tepatnya saat manusia telah tinggal menetap, atau bahkan domestifikasi seni berupa bunyi dan visual mungkin telah dimulai dari goa-goa
10/12/17
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI