Mohon tunggu...
Hadi Saksono
Hadi Saksono Mohon Tunggu... Jurnalis - AADC (Apa Aja Dijadikan Coretan)

Vox Populi Vox Dangdut

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Ketika Parodi Sinetron Terancam Dibawa ke Ranah Hukum

8 Juli 2023   17:33 Diperbarui: 8 Juli 2023   19:14 308
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi menonton televisi. (Sumber: Freepik.com) 

Seperti cuci motor keliling, fotokopi keliling, warteg keliling, tukang tambal ban keliling, serta usaha lainnya dengan dijajakan secara berkeliling.

Embel-embel keliling itu rupanya menarik perhatian para kreator konten, untuk membuat konten-konten yang berkaitan dengan penjual barang dan jasa keliling, seperti kisah yang ada dalam FTV di Indosiar tersebut.

Konten-konten bernada 'sindiran' tersebut seperti jasa doa anak yatim keliling, jasa WC keliling, perosotan keliling, bahkan ceramah keliling dan pacar keliling. Konten seperti ini lazim kita sebut sebagai parodi.

Mungkin Indosiar akhirnya gerah juga dengan konten-konten parodi yang memplesetkan cerita serta profesi tokoh dalam FTV-nya. Apalagi parodi-parodi tersebut makin ke sini makin nyeleneh, dan pernah saya melihat di sebuah akun shitposting, penjual jasa keliling yang menjurus pada pornografi.

Dan ketika saya membaca unggahan pernyataan keras Indosiar dalam akun Instagram  resminya, yang masih menjadi pinned post hingga siang hari ini, kolom komentarnya yang sudah diisi oleh 18 ribu lebih komentar, justru dibanjiri komentar yang kurang setuju terhadap pernyataan keras tersebut.

"Anda tau apa itu parody tidak wahai korporat televisi" komentar akun @dipqi

"Bukannya bijak buat koreksi tontonan malah playing victim" komentar @lordantemusic

"Sisi lainnya, Indosiar harus introspeksi diri karena kalianlah yg buat konten dan mengajarkan publik kehal2 bodoh dan tidak edukatif" komentar @thenews_indonesia

Tapi ngomong-ngomong, kisah penjual jasa keliling sebenarnya bukan hal baru juga dalam cerita persinetronan Indonesia.

Pernah dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, tokoh Atun (Suty Karno) memutuskan untuk menjalankan usaha salonnya secara door to door, karena ia merasa akan lebih banyak mendapatkan customer jika berkeliling, ketimbang hanya menunggu pelanggan datang ke salon miliknya yang berada di teras rumahnya pelosok kampung.

Ada sebuah adegan Atun pulang dari berkeliling menjual jasa hair do-nya kemudian berdialog dengan Mak Nyak (Aminah Tjendrakasih) di warungnya. Atun merasa senang karena ternyata bisa lebih menghasilkan pemasukan daripada hanya membuka salon di rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun