Mohon tunggu...
KELOMPOK 2 PSS A 2024
KELOMPOK 2 PSS A 2024 Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan - Mahasiswa Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan

Kontribusi Penulis : 1. Angelica Carolina Tambunan (4243260003) Finny Aprilia Yulanda (4243260021) Hanafi Irsyad Pulungan (4243260031) Kartini Bago (4243260040) Ruth Remita A.Situmorang (4243260019) Vincencia Cahyani Pandiangan (4242260047)

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Pengaruh Penalaran Logika dalam Dunia Kerja di Bidang Statistika

29 November 2024   19:11 Diperbarui: 29 November 2024   19:11 68
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Analisis Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

A. MENGENAL APA ITU LOGIKA

Logika merupakan aktivitas manusia untuk menemukan pengetahuan yang benar, sedang kebenaran itu tidaklah persis sama pada setiap individu. Aktivitas berpikir sebagai penalaran manusia mempunyai ciri utama sebagai suatu pola berpikir yang secara luas disebut logika. Secara etimologi logika berasal dari bahasa Yunani Logos yang berarti "kata" atau "pikiran yang benar. Disisi lain dikatakan, logika berasal dari bahasa Latin yakni kata Logos yang berarti "perkataan" atau "sabda".

PENGERTIAN LOGIKA MENURUT PARA AHLI

          Menurut Poedjawijatana, logika adalah "filsafat berpikir". Yang berpikir itu manusia dan berpikir itu merupakan tindakan manusia. Tindakan ini mempunyai tujuan, yaitu untuk tahu. Dalam buku Logic and Language of Education, Logika disebut sebagai penyelidikan tentang dasar-dasar dan metode-metode berpikir. Dalam semua kasus itu,kata logis digunakan dalam arti yang kurang lebih sama dengan "masuk akal; singkatnya,segala sesuatu yang sesuai dengan dan dapat diterima oleh akal sehat. 

          Menurut Aristoteles, logika adalah ilmu untuk membuat penyimpulan yang tepat, logika merupakan batu pondasi yang penting bagi semua jenis pengetahuan. 

          Menurut Encyclopedia Britannica mengatakan bahwa logika adalah studi sistematik tentang struktur proposisi dan syarat syarat umum mengenai penalaran yang sahih dengan menggunakan metode yang mengesampingkan isi atau bahan proposisi dan hanya membahas bentuk logisnya saja.

MANFAAT LOGIKA

Logika membantu manusia berpikir lurus, efisien tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktivitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip ini. Logika menyampaikan kepada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang; karena itu ia mendidik manusia bersikap obyektif tegas dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala suasana dan tempat. tidak hanya itu logika juga dapat mendorong manusia untuk berpikir secara sistematis, meningkatkan kemampuan manusia untuk melakukan analisis terhadap suatu permasalahan, meningkatkan kesadaran manusia akan pentingnya kebenaran sehingga menghindari kesalahan dan kesesatan dalam berpikir, membantu meningkatkan citra diri seseorang ketika dapat berpikir secara rasional, kritis.

B. MENGENAL APA ITU STATISTIKA

Pada mulanya kata statistik diartikan sebagai keterangan-keterangan yang dibutuhkan oleh negara dan berguna bagi negara. Secara etimologi, kata "statistik" berasal dari kata status (bahasa latin) yang mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris), yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan negara. Pada mulanya, kata "statistik" diartikan sebagai "kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun data yang tidak berwujud angka (data kuantitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar bagi suatu negara". Namun pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) saja.

PENGERTIAN STATISTIKA MENURUT PARA AHLI

          Menurut Sudjana (2004:2-3) Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan fakta, pengolahan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta dan penganalisaan yang dilakukan. Sedangkan statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta, umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel atau diagram melukiskan menggambarkan suatu persoalan.

          Menurut Anto Dajan, pengertian statistik adalah data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table.

          Menurut Anderson & Bancroft, arti statistik adalah ilmu dan seni perkembangan dan metode yang paling efektif untuk pengumpulan, pentabulasian, dan interpretasi data kuantitatif sedemikian rupa, sehingga kesalahan dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan penggunaan penalaran induktif yang didasarkan pada matematika probabilitas (peluang).

          Menurut Prof. Dr.H.Agus Irianto, pengertian statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan (analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu.

          Menurut Croxton dan Cowden, arti statistik adalah metode untuk mengumpulkan, mengelola, menyajikan dan menginterpretasikan data yang berwujud angka.

C. PERAN LOGIKA BAGI STATISTIKA

a) Menurut Para Ahli

* Rudolf Carnap - Seorang filsuf dalam bidang logika dan ilmu pengetahuan, Carnap menyatakan bahwa logika adalah landasan dasar dari pemikiran ilmiah, termasuk dalam statistika. Menurutnya, logika membantu dalam strukturasi argumen ilmiah dan verifikasi hasil statistik secara sistematis.

*John Venn - Ahli probabilitas dan logika yang mengembangkan diagram Venn. Menurut Venn, logika memungkinkan peneliti untuk memahami hubungan antar-set atau kelompok data secara visual dan konseptual. Hal ini sangat penting dalam statistika ketika harus menentukan relasi antara berbagai variabel.

*Karl Pearson - Salah satu pionir statistika modern, Pearson menekankan bahwa logika diperlukan untuk menyusun inferensi statistik yang valid. Tanpa dasar logika yang kuat, proses pengambilan kesimpulan dari data menjadi tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

D. HUBUNGAN PENALARAN LOGIKA DALAM STATISTIKA

1). Dalam buku Dasar-Dasar Statistika oleh Sri Wahyuning dibahas konsep-konsep dasar statistika dengan pendekatan yang mudah dipahami. Logika digunakan untuk menarik kesimpulan yang sahih, mengidentifikasi pola data, menguji hipotesis, dan menghubungkan sampel dengan populasi. Logika mendasari teknik analisis dan pengambilan keputusan, memastikan hasil analisis dapat dipertanggungjawabkan dan akurat, terutama dalam pengolahan data yang kompleks.

2). Dalam buku The Logic of Statistical Inference oleh Hacking, dibahas bagaimana logika digunakan dalam statistik untuk menginterpretasikan data, mengevaluasi hipotesis, dan membuat inferensi. Logika inferensi, seperti probabilitas dan rasio kemungkinan, membantu mengevaluasi hipotesis dan memandu keputusan ilmiah. Buku ini juga membahas filosofi ilmu pengetahuan, menyoroti hubungan logis antara hasil eksperimen dan model teoritis, serta pentingnya kecerdasan matematis logis dalam eksplorasi pola dan pemecahan masalah.

3). Menurut NCTM, pembelajaran matematika harus mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, penalaran, koneksi, komunikasi, dan representasi. Namun, mahasiswa sering kesulitan memahami simbol dan rumus dalam statistika farmasi, yang menghambat kemampuan penalaran mereka. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa agar pemahaman dan kemampuan penalaran meningkat.

E. PENGARUH PENALARAN LOGIKA DALAM DUNIA KERJA STATISTIK

Penalaran logika sangat penting dalam analisis data dan pengambilan keputusan berbasis statistik, karena memastikan prosesnya tepat dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

1. Pemilihan Metode Statistik yang Tepat

Logika membantu memilih teknik statistik yang sesuai, seperti uji t untuk membandingkan dua kelompok atau ANOVA untuk lebih dari dua kelompok, sehingga menghasilkan analisis yang valid dan akurat.

2. Menangani Ketidakpastian dalam Data

Statistik melibatkan ketidakpastian karena menggunakan data sampel. Logika dibutuhkan untuk menginterpretasi ketidakpastian, seperti melalui interval kepercayaan, untuk estimasi yang lebih akurat.

3. Menghindari Bias dalam Pengolahan Data

Logika membantu mengidentifikasi dan mengurangi bias, baik dalam pemilihan sampel maupun analisis, sehingga hasil statistik lebih andal.

4. Penalaran dalam Pengujian Hipotesis dan Estimasi

Pengujian hipotesis membutuhkan logika untuk menghindari kesalahan tipe I (menolak hipotesis nol yang benar) atau tipe II (tidak menolak hipotesis nol yang salah).

5. Penyusunan Kesimpulan dan Komunikasi Hasil

Logika memastikan kesimpulan berasal dari data yang valid, disusun dengan jelas, serta memperhitungkan keterbatasan analisis agar hasilnya dapat dipahami dan dipercaya.

KESIMPULAN

          Berdasarkan studi literatur yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa penalaran logika merupakan fondasi utama yang sangat dibutuhkan dalam statistika untuk memastikan bahwa setiap proses analisis, interpretasi data, hingga pengambilan keputusan berjalan secara sahih, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam statistika, logika digunakan untuk menarik kesimpulan yang valid dari data sampel menuju populasi yang lebih luas, sebagaimana dijelaskan dalam buku Dasar-Dasar Statistika karya Sri Wahyuning. Penalaran logika membantu mengidentifikasi pola, menguji hipotesis, dan menentukan hubungan antarvariabel dengan pendekatan ilmiah yang sistematis.

          Pemikiran para ahli, seperti Rudolf Carnap, John Venn, dan Karl Pearson, menunjukkan bahwa logika adalah dasar dari pemikiran ilmiah yang membantu membangun argumen yang kuat, menghindari kekeliruan inferensi, serta mendukung analisis data yang terstruktur.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penalaran logika tidak hanya penting, tetapi

merupakan kebutuhan mutlak dalam statistika untuk memastikan bahwa hasil analisis dan kesimpulan yang diperoleh dapat dipercaya serta relevan dengan tujuan ilmiah.

          Penalaran logika tidak hanya penting, tetapi mutlak diperlukan dalam statistika untuk memastikan bahwa semua proses analisis, interpretasi, dan pengambilan keputusan berjalan sesuai prinsip ilmiah. Statistik tanpa logika akan kehilangan arah dan menghasilkan kesimpulan yang tidak dapat dipercaya. Oleh karena itu, penguasaan logika harus menjadi prioritas utama bagi siapa pun yang bekerja atau belajar di bidang statistika.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun