Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka akhirnya mengoreksi syarat peserta Raimuna Nasional (Rainas) XI-2017. Bila sebelumnya dipersyaratkan peserta haruslah Pramuka Garuda yang merupakan tingkatan tertinggi, maka kini diubah cukup menjadi Pramuka Penegak Laksana dan Pramuka Pandega saja.
Sekadar informasi, Rainas adalah kegiatan semacam Jambore Nasional (Jamnas), suatu perkemahan besar yang diikuti ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia. Bedanya, Jamnas diperuntukkan untuk Pramuka Penggalang (11-15 tahun), sedangkan Rainas adalah untuk Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Para remaja anggota Gerakan Pramuka yang seusia dengan siswa SMA dan mahasiswa di perguruan tinggi.
Pada setiap golongan Pramuka, mulai dari Pramuka Siaga (6-10 tahun), Penggalang, Penegak, dan Pandega, ada tingkatan-tingkatan, kecuali Pramuka Pandega yang hanya satu tingkatan. Setelah mencapai tingkatan tertinggi dalam golongannya, seorang anggota Gerakan Pramuka berkesempatan untuk mencapai tingkatan terbaik, yaitu Pramuka Garuda.
Bagi golongan Pramuka Penegak, tingkatan Pramuka Garuda dapat dicapai bila yang bersangkutan telah melalui mulai dari calon Penegak, Penegak Bantara, dan kemudian Penegak Laksana. Sedangkan untuk golongan Pramuka Pandega setelah dia berhasil melewati dari calon Pandega dengan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Pandega, maka dia dapat mengikuti “ujian” untuk mencapai jenjang Pramuka Pandega Garuda.
Sayangnya, walau pun Pramuka Garuda telah ada sejak 1980-an, namun belum tersosialisasikan dengan baik. Masih banyak Gugus Depan (Gudep) sebagai wadah terdepan pembinaan anggota Gerakan Pramuka yang belum maksimal membina peserta didiknya agar dapat mencapai jenjang Pramuka Garuda.
Apalagi Rainas XI-2017 sudah akan diadakan dalam waktu dekat, yaitu 14-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Agak sulit bagi Gudep-gudep dan Kwartir Cabang (Kwarcab) untuk membantu para Pramuka Penegak dan Pandega di wilayahnya menyelesaikan jenjang Pramuka Garuda. Apalagi dari pengalaman, untuk menjadi Pramuka Garuda tidak mudah, harus menyelesaikan sejumlah proyek yang paling cepat diselesaikan dalam waktu 6 bulan. Sementara penutupan pendaftaran Rainas X-2017 adalah sekitar Mei 2017, berarti tidak ada waktu lagi untuk membantu penyelesaian syarat Pramuka Garuda bagi para peserta didik.
Usulan Diterima
Untuk itulah, menanggapi Juklak Rainas XI-2017 tanggal 20 Desember 2017, saya telah mencoba memberikan usulan lewat tulisan di Kompasiana pada 5 Januari 2017, berjudul “Pramuka Garuda, Syarat yang Dipaksakan?” (lengkapnya baca di sini: http://www.kompasiana.com/bertysinaulan/pramuka-garuda-syarat-yang-dipaksakan_586e57df759373f61f58ad28). Dalam tulisan tersebut, saya membuat sub bagian dengan judul “Usulan Solusi”.
Usulan tersebut antara lain, “Untuk mengatasi kritikan, namun dengan tetap menjadikan persyaratan Pramuka Garuda menjadi “pemecut” agar tiap Kwartir Cabang segera meningkatkan kualitas peserta didiknya dengan menjadikan sebanyak mungkin sebagai Pramuka Garuda, mungkin perlu dipertimbangkan juga keberatan-keberatan yang disampaikan beberapa pihak. Sebagai usulan solusi, mungkin cukup dibatasi ketua dan wakil ketua umpi atau setengah dari jumlah anggota umpi yang sedikitnya sudah mencapai tingkatan Pramuka Garuda”.