Aksiku : Guratan Tinta Menggerakan Bangsa
Bernadetta Meitadwiarnifa Maryoso
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Program Studi Kesehatan Masyarakat
NIM : 191231223
Garuda 6 Ksatria 4
Tema : "Jejak Anak Muda Indonesia : Gagasan Ksatria Airlangga melalui Akselerasi Kajian SDGs Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045"
Isu : " Kesehatan "
Sub Isu : Pemanfaatan Pajak Rokok dan Bea Cukai untuk Penambahan
Pembiayaan Kesehatan
Peran : Kontra
Pada awal mulanya pemungutan pajak rokok di berikan kewenangan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk menegelola daerahnya sendiri. Menurut Undang-Undang , pajak Rokok adalah pungutan berdasar pada cukai rokok yang dipungut pemerintah. Sedangkan Cukai Rokok merupakan pungutan yang dipungut negara terhadap rokok dan produk tembakau lainnya termasuk cerutu, dan rokok daun berdasar harga jual rokok.
Yg selalu menjadi perbincangan kontra ini bahwa kita menggali dan menutup lubang dalam permasalahan biaya pajak rokok dan bea cukai untuk pembiayaan kesehatan. Menurut saya sendiri, saya tidak setuju kalau pembiayaan kesehatan selalu menjadi patokan dari pajak rokok, itu sama saja kita membeli sesuatu yang dilarang tetapi  menggunakan tidak bijak dan menyebabkan penyakit di tubuh, sehingga disaat orang akan masuk rumah sakit melalui pembiayaan sendiri maka penerapan rokok untuk penambahan biaya kesehatan bukan hal yang baik.
Tidak hanya dari pajak rokok melainkan bea cukai yang hampir keseluruhan sudah membiaya bahan baku tambahan untuk setiap produksi rokok yang akan tersebar luas di wilayah Indonesia, karena pengaruh rokok begitu besar, dibutuhkan kesadaran masing-masing setiap orang untuk sadar tidak merokok karena itu hal yang buruk .
Seperti halnya dengan kontra yang diketahui bahwa kita sebagai masyarakat juga membohongi diri sendiri dalam pembiayaan tersebut. Dikarenakan masyarakat Indonesia sendiri masih kurang memperhatikan kesehatannya masing-masing terutama bagi kalangan perokok, tetap menecoba untuk membeli rokok tanpa mempedulikan akibat yang muncul dikemudian hari. Istilah tersebut yang bisa kita tahu adalah "menggali lubang tutup lubang" yang artinya masyarakat Indonesia membeli rokok untuk kesenangan semata-mata disaat sakit mula parah dan harus di bawa ke rumah sakit semua kebutuhan biaya dari hasil sumbangan itu terhadap yang terkena penyakit tersembut. Seperti halnya disebut juga Human Recycle.Â
#Amerta2023#AngkatanMudaKsatriaAirlangga
#KsatriaAirlangga #UnairHebat #BanggaUNAIR #Ksatria4_Garuda6