Mohon tunggu...
Benediktus Sava
Benediktus Sava Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Setiap Manusia Hidup Dengan Kesempatan Yang Sama Namun Bahagia Dengan Cara Yang Berbeda

Hanya Memulai

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Apa Itu Ideologi?

18 Maret 2020   14:29 Diperbarui: 18 Maret 2020   16:20 472
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Mungkin kita sering mendengar kata ideologi namun kita  masih saja kita mendengarkan pertanyaan tentang "apa itu ideologi?" maka di tulisan singkat ini saya mencoba untuk merumuskan pemahaman saya mengenai ideologi itu sendiri supaya dapat mengurangi rasa penasaran anda tentang apa itu ideologi yang kini menjadi pertanyaan anda dan menggiring anda untuk membaca tulisan singkat ini. 

Kita mulai dari definisi ideologi itu sendiri jika saya memperhatikan kebanyakan orang jaman sekarang mereka lebih menggangap ideologi itu adalah sesuatu yang dapat di statiskan dengan sesuatu yang adalah benda mati. sedangkan yang kita ketahui tentang definisi ideologi itu sendiri adalah pedoman dan ide yang menuntut orang dalam mencapai tujuan tertentu.

Ketika anda sudah memahami definisi dari ideologi tersebut maka bagi saya sangat konyol jika suatu ideologi itu ingin di jadikan atau di tempatkan sebagai sesuatu yang statis atau tidak bisa berubah sebab jika ideologi itu tidak dapat berubah maka begitu terhinanya pikiran manusia yang tidak  di gunakan untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkan melalui kemampuannya berpikir  dinamis dalam melihat persoalan.

Jika kita melihat sejarah dunia maka kita paham bahwa ideologi sebetulnya memperkeruh akal kita untuk mencapai sesuatu yang terang. dan bagi manusia yang adalah binatang yang bisa berpikir karena akalnya. sangat di sayangkan jika kita memiliki kemauan untuk menstatiskan ide orang lain untuk kita konsumsi karena ide adalah sesuatu yang bisa berubah dalam hitungan detik bagi manusia yang memiliki akal karena jika kita melihat setiap persoalan maka kita berpikir tentang hal tersebut dan pastinya kita memiliki suatu titik terang dalam diri kita atau yang juga bisa kita sebut sebagai ide dari dalam diri kita yang merupakan hasil yang di produksi akal kita ketika menelan bahan baku yang adalah kepahitan.

Kesenangan dan berbagai macam situasi yang bisa membuat kita memunculkan ide dalam diri kita dan itulah yang di sebut ideologi jadi sekali lagi kita sekarang kebanyakan hidup di dalam kepalsuan diamana kita  membuat sesuatu karena sesuatu yaitu suatu tindakan yang karena dan karena yang berujung kepada indoktrinasi itu adalah musuh berat dari manusia yang berakal karena  tidak ada sirkulasi  untuk masuknya kritisisme dalam dirinya karena apa yang dia lihat sudah di jawabkan oleh ideo orang lain .

Jika kita memahami lebih dalam tentang ideologi maka kita banyak menemukan ketidak cocokan kita sebagai manusia dan harus mengonsumsi pikiran orang karena pikiran yang semulanya di ciptakan untuk bertanya kini hanya menjadi konsumen atas ide-ide yang sudah ada atau visi orang lain jika kita radikalkan analisis kita lebih dalam lagi maka ada sedikit visi yang terselibkan di balik ide seseorang yang di sodorkan kepada kita yang di anggap seolah-olah adalah orang yang tidak memiliki akal  untuk  berpikir tentang kebaikan. 

Terima Kasih 

Bagi kawan-kawan semua yang sudah membaca tulisan singkat ini semoga tulisan ini mengurangi rasa penasaran kalian terhadap esensi dari ideologi

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun