Mohon tunggu...
feri anto
feri anto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Menulis untuk Indonesia

Karena menulis adalah perjalanan hati dan petualangan pikiran

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Interview Session, DJ Dipha Barus: Merangkul Dunia Lewat Musik

10 November 2020   14:30 Diperbarui: 31 Agustus 2021   21:54 81
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumen DIpha Barus Management

Siapa tidak kenal DJ Dipha Barus, penampilannya yang fresh & energik, selalu siap menyambut pendengar musik indonesia. Kepiawaiannya dalam meracik musik elektronik, mampu mempesona penikmat musik elektronik, bahkan tidak hanya di indonesia, tapi juga sampai di mancanegara. Kabar terbarunya adalah belum lama ini, Dipha dikontrak oleh salah satu label rekaman Ultra Music asal Amerika Serikat.

Label rekaman Ultra Musik sendiri merupakan label yang menaungi artis musik dunia, seperti; dj Carnage, dj Steve Aoki, Alan Walker, Lil Jon, Calvin Harris, dj Deadmau5, dj Paul Van Dyk, Benny Benassi, dsb.

Dj Dipha Barus bercerita, tentang awal dirinya bergabung dengan label Ultra Musik, adalah saat lagu hits single "All Good" buatannya menjadi top list, aplikasi musik dunia. "Pertama kali waktu gue rilis "All Good" terus jadi Top Global Viral di Spotify dan lagu ini menjadi satu-satunya lagu dari Asia yang terpilih pada saat itu terus sempat di kontak oleh beberapa label dan akhirnya memilih Ultra Music", terang Dipha.  

"Sebelum di kontak oleh Ultra waktu itu gue sedang nonton Livestreamnya Swedish House Mafia di channel Youtube Ultra Music Festival, tiba-tiba ada telpon dari nomor U.S randomly ,ternyata itu dari Ultra Music dan kita diajak untuk gabung ke label mereka" cerita Dipha mengenang pengalamanya.

Peran serta Dipha di Ultra Musik ternyata tidak hanya sebatas artis, tapi juga ke divisi lainnya. "Akhirnya tanda tangan kontrak dan sampai sekarang masih tergabung sebagai salah satu artist, producer, songwriter dan arranger di label mereka".

Sebagai musisi dan mantan desainer grafis, Dipha menjelaskan bahwa dirinya kerap menemui hal menarik saat dirinya membuat sebuah desain dan menciptakan musik."Sebagai seorang DJ dan seorang kreatif mungkin ya, karena gue sudah tidak mendesain grafis lagi. Hal menarik yang gue temuin dalam membuat musik dan membuat desain adalah dua-duanya menjadi tempat untuk mencurahkan hati dan perasaan gue, curahan output dari segala yang gue rasain saat gue berkarya".

Tidak mengherankan jika Dipha, mengekspresikannya dalam bentuk audio dan desain visual. "Makanya gue mencurahkannya dalam bentuk musik dan visual untuk musik-musik gue". Sebagai seniman, Dipha menekankan untuk selalu jujur dalam berkarya. "Dalam berkarya gue tidak pernah memikirkan kalau karya gue bakal bisa diterima orang-orang atau tidak dan yang menarik adalah gue berusaha jujur dalam berkarya dan ternyata orang-orang bisa menerimanya".

Proses kreatif seorang Dipha Barus ialah ia memulainya dengan bermeditasi dan olahraga. "Proses kreatif gue biasanya dimulai dengan meditasi dan olahraga sebelum masuk ke dalam studio dan biasanya ide-ide banyak yang datang ketika gue melakukan meditasi dan olahraga ataupun sedang santai".

Untuk memudahkan aktifitas membuat lagu, ia merekam suaranya lewat voice notes. "Terutama ketika tubuh gue sedang dalam keadaan rileks dan biasanya gue rekam suara lewat voice notes Saat yang tepat itu ketika tubuh gue dalam keadaan rileks, gue paling tidak bisa buat lagu ketika tubuh sedang stress.

Biasanya kalau sedang stress gue selalu buat jurnal dan ketika besoknya tubuh gue rileks, gue buat musik dari jurnal yang gue buat kemarin. Terus gue tulis lagi saat sedang sesi studio di Digital Audio Workstation yang gue biasa pakai, Logic Pro, di laptop gue", ucap dj yang gemar olahraga ini.

Filosofi bagi Dipha Barus nampaknya suatu hal yang menjadi landasanya dalam berkarya. Ia mempunyai anggapan bahwa musik itu adalah nafas kehidupan, yang membuatnya terus bergerak. "Bagi gue musik itu seperti bernafas. Setiap hari gue butuh nafas untuk hidup dan musik sama dengan bernafas,  dimana setiap hari gue butuh nada-nada untuk menjalani hidup".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun