Mohon tunggu...
Beatrix Puspa G.
Beatrix Puspa G. Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Tertarik pada hal yang terkait dengan bidang pendidikan dan tulis menulis.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Teruntuk KAI Commuter, Memang Boleh Sebaik Itu Sama Perempuan?

4 September 2023   09:00 Diperbarui: 4 September 2023   09:28 127
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Potret Stasiun KAI Commuter di Bogor dari dalam gerbong (Dok. Pribadi)

Liburan semester tentu saja menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi sebagian besar mahasiswa, termasuk bagi saya sendiri. Waktu libur semester itu bisa saya gunakan untuk mewujudkan berbagai rencana kegiatan yang tertunda untuk dilakukan karena kesibukan perkuliahan. Salah satu rencana yang akan saya realisasikan adalah rencana jalan-jalan atau istilah anak mudanya, healing tipis-tipis ke Kota Jakarta. Sebagai seorang perempuan yang memiliki tekad bulat untuk bepergian sendirian, tentu saja saya sangat memperhatikan berbagai aspek sebelum berangkat.

Aspek-aspek tersebut mulai dari keamanan, waktu, dana, dan aspek yang tidak kalah penting adalah kenyamanan agar saya dapat benar-benar menikmati perjalanan. Semuanya itu saya persiapkan dengan matang agar perjalanan saya menjadi aman dan nyaman sehingga dapat berkesan di hati. Dalam menunjang mobilisasi untuk mewujudkan rencana jalan-jalan, saya mantap memilih moda transportasi Kereta Api Indonesia Commuter (KAI Commuter) untuk membawa saya ke kota tujuan.

Perjalanan tentu saja saya rencanakan dengan matang. Saya berencana untuk turun di Stasiun Cikini. Guna semakin mematangkan rencana saya tersebut, saya mengecek di situs web resmi milik KAI Commuter terkait line mana yang harus saya ambil dan berapa harga tiket dari Stasiun Bogor ke Stasiun Cikini. Ketika rencana perjalanan sudah matang benar, perjalanan saya mulai dengan penuh semangat sejak berangkat dari rumah menuju ke Stasiun Bogor. Ketika sampai di stasiun, saya mengantre di gate masuk untuk tap kartu yang berisi uang elektronik sebagai pengganti tiket kertas KAI Commuter yang berlaku beberapa waktu lalu. 

Bahkan KAI Commuter semakin canggih karena selain menggunakan kartu berisi uang elektronik,  saat ini pengguna KAI Commuter juga difasilitasi untuk menggunakan berbagai macam aplikasi dompet elektronik sebagai pengganti kartu tadi. Kembali pada cerita perjalanan saya setelah tap kartu di gate masuk, saya langsung menuju ke peron stasiun untuk masuk ke dalam gerbong.

Saya memilih gerbong paling depan, gerbong yang diperuntukkan khusus bagi penumpang perempuan. Alasan saya memilih gerbong khusus ini karena saya merasa semakin aman dan nyaman ketika berada di dalamnya. Penumpang perempuan yang naik ke dalam gerbong khusus ini terdiri dari berbagai macam kalangan. Mulai dari yang masih usia dini hingga usia senja, mulai dari yang hanya ingin bersantai hingga yang memiliki kepentingan yang mungkin bikin kepala mumet, semua ada di gerbong khusus perempuan ini. Berada di gerbong khusus perempuan, membuat saya menyadari bahwa perempuan hamil diberikan hak khusus selain hak berada di gerbong khusus perempuan: hak untuk diprioritaskan duduk. 

Bahkan, para ibu hamil diberikan pin oleh pihak KAI Commuter yang bertujuan untuk menandakan bahwa mereka sedang mengandung. Sungguh, melalui hal tersebut saya merasa bahwa KAI Commuter memberikan kenyamanan yang totalitas tidak hanya untuk para pelanggan perempuan tetapi juga kenyamanan untuk si janin yang berada dalam perut mereka.

Ketika kereta berangkat, saya semakin merasa diapresiasi sebagai seorang manusia dan seorang perempuan karena pihak KAI Commuter berupaya melindungi konsumennya dari tindak pelecehan atau kekerasan seksual. Upaya yang dilakukan oleh pihak KAI Commuter dalam melindungi konsumennya tersebut dilakukan melalui kampanye anti pelecehan dan kekerasan seksual. Kampanye tersebut dilakukan oleh pihak KAI Commuter dengan sosialisasi yang disiarkan melalui pengeras suara yang berada di tiap gerbong. 

Bahkan selain dengan cara sosialisasi tersebut, setelah saya telusuri di situs web resmi milik KAI Commuter ternyata kampanye KAI Commuter dalam rangka melindungi konsumen dari tindak pelecehan dan kekerasan seksual juga dilakukan dengan edukasi melalui poster, pembagian stiker, dan ajakan bagi pengguna KAI Commuter untuk menandatangani petisi anti pelecehan dan kekerasan seksual. Jujur saja, saya semakin respek terhadap pelayanan KAI Commuter setelah mengetahui berbagai daya upaya yang dilakukan oleh KAI Commuter untuk melindungi para konsumennya tersebut. 

Tidak terasa, perjalanan saya dengan KAI Commuter sudah melewati batas Provinsi Jawa Barat, artinya saya sudah memasuki Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Hanya dengan menempuh waktu sekitar satu jam kurang saja saya sudah bisa berada di provinsi lain. Saya tidak heran lagi, animo masyarakat sangat besar untuk memilih moda transportasi KAI Commuter karena moda transportasi ini sangat membantu menghemat waktu. Hal tersebut dapat diketahui dari waktu tempuh yang cepat dan kereta yang berangkat tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan. 

Bicara tentang hemat menghemat selain menghemat waktu, KAI Commuter juga benar-benar menjadi jawaban untuk menghemat pengeluaran. Mengapa dikatakan menghemat pengeluaran? Karena harga tiket masih terjangkau oleh khalayak ramai. Saya sendiri hanya merogoh kocek sebesar enam ribu rupiah untuk rute perjalanan dari Stasiun Bogor dengan tujuan akhir di Stasiun Cikini. Jadi, untuk bunda-bunda yang takut uang untuk beli keperluan dapur kempes atau untuk nona-nona yang takut anggaran skincare menipis, enggak perlu khawatir deh  karena naik KAI Commuter dijamin bikin hemat!

Stasiun Cikini (Dok. Pribadi)
Stasiun Cikini (Dok. Pribadi)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun