Tanah Karo. Senin 09/09/2024. Kegiatan pendampingan pertanian dalam rangka menyuksekan program Ketahanan Pangan Nasional terus dilaksanakan oleh pihak TNI dari satuan atas hingga ke prajurit di lapangan, seperti yang dilaksanakan oleh para Babinsa TNI AD melaksanakan pengawalawan dan pendampingan Upsus Ketapangan hingga melakukan monitoring pengecekan harga dan ketersediaan stok pupuk, obat-obatan pertanian dan bibit/benih unggul tanaman di wilayah binaan masing-masing
Seperti yang dilakukan oleh Serka Reka Juli Rahmat sebagai Babinsa (Bintara pembina desa) Â di Koramil 01/Barusjahe jajaran Kodim 0205/Tanah Karo sesuai perintah dan arahan dari Danramil Kapten Inf Jonson E. Sembiring mengadakan monitoring pengecekan harga dan ketersediaan stok pupuk maupun obat-obatan pertanian serta bibit unggul tanaman di Toko Pertaniani UD. Tarsil milik Bapak Eben Tarigan di Jlana Tigapanah-Tingkoh Desa Sukajulu Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo-Sumut yang melayani konsumen dari masyarakat Kecamatan Barusjahe dan sekitarnya (09/09).
Serka Reka Juli Rahmat menerangkan "Sasaran pengecekan harga dan stok baranag-barang yang dilaksanakan oleh Serka Reka Juli Rahmat adalah meliputi pupuk Urea, Za, MPK, Ana bas, Paten K.N 4 butir, Mutiara, R. Bas, Kali cili, Hidro, Nofatek, Ponskha maupun pupuk organik agar warga tidak terkendala dalam mendapatkan pupuk maupun obat-obatan pertanian termasuk bibit unggul, terutama pada ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai jatah masing-masing desa yang menjadi tanggungjawabnya sehingga tidak sampai diselewengkan oleh pihak tertentu dan dijual kepada desa lain atau pihak yang tidak berhak menerima", penuturannya Rahmat.
Sambunya lagi Serka Reka Juli Rahmat mengatakan "Tidak luput dari monitoring pengcekan stok obat-obatan pertanian juga di cek seperti obat hama daun dan batang, obat buah, insektisida, fungisida, serta bibit unggul tanamana seperti bibit unggul padi dan jangung, juga dlaam kegiatan ini juga tidalk didapatn pupuk, obat-obatan pertanian dan bibit tanaman palsu maupun dioplos, seperti pupuk KCL dioplos mengunakan serbuk batu bata ataupun serbuk genting yang dasarnya sama warna merah, termasuk bibit jagung dan padi palsu biasanya dipasarsakan melalui media sosial yang memampangkan gambar yang asli namun ketika sampai banarangnya tidak sesuai, oleh sebab itu Babinsa melaksanakan monitoring serta mengimbau masyarakat agar berhati-hati", puingkasnya rahmat. (Bayu.W GATUBIMA_PENDIM 0205/TK)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H