beberapa tahun belakangan ini,acara bertema hiburan atau komedi sangat banyak ditayangkan di hampir semua saluran televisi,acara ajang pencarian bakat pun tak mau ketinggalan,dari bakat tarik suara hingga bakat memasak menghiasi beberapa saluran televisi.mereka(stasiun tv) harus jeli untuk membaca selera masyarakat,tentunya untuk menaikkan rating,mereka saling bersaing untuk merebut perhatian penonton dengan menayangkan acara hiburan yang mirip dengan stasiun tv tetangga,tetapi dikemas dengan agak berbeda.
sepertinya saat ini ,masyarakat lebih tertarik untuk menonton acara hiburan,baik berupa komedi atau acara musik dan pencarian bakat daripada menonton acara berita politik dan sinetron atau film.karena nya banyak stasiun tv yang menyajikan porsi untuk acara hiburan lebih lama durasinya dibandingkan acara-acara lain.nama komedian seperti sule,deny cagur,olga,komeng,tukul,..dll...menjadi kian populer.humor memang selalu bisa membungkus dengan manis acara dengan tema apapun,seperti acara talk show,live music,kuis dan acara bertema gosip pun dikemas dengan nuansa humor.
saya sebagai penonton memang merasa sangat terhibur dengan maraknya acara-acara tersebut,apalagi biasanya acara-acara itu ditayangkan sore atau malam hari,tepat ketika pikiran dan tubuh ada di titik letih,karena aktivitas harian yang menjemukan.acara-acara itu seperti air di tengah gurun pasir,sepertinya memang saat ini ,masyarakat haus akan hiburan apapun bentuknya,buktinya tempat-tempat rekreasi selalu penuh pengunjung di hari libur dan saya juga yakin rating acara televisi beraroma hiburan atau humor pastilah tinggi,sebab kalau rendah,mana mungkin banyak stasiun tv yang saling bersaing dengan acara hiburan andalan nya masing-masing,bahkan biasanya jam penayangan nya hampir bersamaan atau ada juga yang ditayangkan di jam yang sama.
ditengah maraknya acara dan tempat hiburan,seharusnya banyak orang yang bebas dari stress dan kegalauan hidup...namun kenapa seiring dengan menjamur nya hiburan-hiburan di tengah kita,justru populasi orang depresi bin frustasi malah sepertinya meningkat.banyak berita tentang orang bunuh diri,pemangsa anak-anak,penganiayaan di lingkungan sekolah,penipuan,korupsi,dsb.saat ini sering kita lihat perkelahian atau sekedar adu mulut antar pengendara,tawuran pelajar,supir angkot yang mengemudi dengan ekstrem,ibu yang memaki dengan seribu kutukan untuk anak kandung nya sendiri,suami yang bangga terang-terangan berselingkuh di depan istri nya,laris manis nya narkoba,banyaknya kasus perceraian,dan ratusan masalah lain nya yang tepat terjadi di depan mata kita.apa yang sesungguhnya terjadi?banyak orang yang bisa tersenyum dan tertawa ketika di depan tv,namun mengapa sangat jarang orang yang bisa tetap konsisten tersenyum dan tertawa ketika terjun ke rutinitas hidupnya?
saya jadi teringat ketika kurang lebih 20 tahun yang lalu,saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar.saat itu channel tv belumlah sebanyak sekarang,demikian juga tempat rekreasi tidaklah sebanyak saat ini.acara hiburan yang ada di tv ketika itu hanya si unyil,ria jenaka,serial rumah masa depan,kompilasi lagu album minggu dan beberapa film kartun.semuanya ditayangkan oleh tvri,ada satu lagi hiburan kami yaitu mendengarkan radio terutama sandiwara radio seperti joni kukuh,galang gemilang,saur sepuh,misteri gunung merapi,dsb...yah..kadang sekali-sekali kami nonton film layar lebar,bukan di bioskop tapi layar tancep..namun entah mengapa..kami merasa damai,bahagia dengan minim nya acara-acara hiburan yang ditayangkan...dan kini...zaman telah berganti...suatu zaman dimana saya harus sering mendampingi anak-anak,ketika menonton tv agar tidak salah tonton,suatu zaman dimana acara yang mendidik dan sarat pesan moral nyaris tidak ada,kalaupun ada...hanyalah disisipkan sedikit diawal atau di akhir acara,suatu masa dimana segala yang ditayangkan di televisi dianggap benar dan wajib diikuti,suatu zaman dimana tontonan lebih menarik dari tuntunan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI