Mohon tunggu...
Basuki Kurniawan
Basuki Kurniawan Mohon Tunggu... Dosen - Akademisi UIN KHAS Jember

Saya adalah seorang akademisi di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, yang berlokasi di Jember, Jawa Timur, Indonesia. Untuk mengenal lebih dekat kegiatan, pemikiran, dan aktivitas saya di dunia akademik maupun keseharian, silakan kunjungi akun media sosial saya: TikTok @basuki_kurniawan untuk konten edukatif yang menarik, Instagram @masbasukikurniawan untuk berbagi inspirasi dan keseharian, serta Facebook Basuki Kurniawan untuk diskusi dan informasi terkini. Mari terhubung dan berbagi wawasan bersama!

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Publik

26 November 2024   06:10 Diperbarui: 26 November 2024   10:43 76
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Transparan dan Akuntabiltas  (Sumber: Pribadi))

Keuangan publik memegang peran strategis dalam mendukung kesejahteraan rakyat dan memastikan pemerintahan berjalan secara efektif. Di Indonesia, pengelolaan keuangan negara tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari implementasi prinsip-prinsip hukum administrasi negara. 

Sebagai wujud kedaulatan rakyat, setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus direncanakan, dikelola, dan diawasi dengan penuh tanggung jawab.

Keuangan Publik dalam Kerangka Hukum Administrasi Negara
Pengelolaan keuangan negara diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Pasal 23 UUD NRI 1945. Pasal ini menegaskan bahwa APBN ditetapkan setiap tahun melalui undang-undang dan harus dilaksanakan secara terbuka serta bertanggung jawab demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Hukum administrasi negara memberikan kerangka hukum untuk memastikan pengelolaan ini berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Keuangan negara sebagai bagian dari keuangan publik melibatkan berbagai aktor, seperti Presiden, Menteri Keuangan, hingga pemerintah daerah. Delegasi tanggung jawab ini tidak hanya memastikan efisiensi, tetapi juga menuntut adanya pengawasan yang ketat terhadap implementasinya.

Hak Budget dan Implikasinya
Hak budget, sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Arifin P. Soeria Atmadja, adalah hak DPR untuk menyetujui atau menolak rancangan APBN yang diajukan pemerintah. Hak ini menjadi representasi kedaulatan rakyat dalam pengelolaan keuangan negara. Apabila DPR menolak rancangan APBN, pemerintah akan menggunakan APBN tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan mekanisme check and balance dalam sistem demokrasi kita.

Namun, proses ini juga menuntut adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan DPR agar setiap kebijakan anggaran dapat berjalan optimal, terutama dalam kondisi darurat. Dalam situasi seperti itu, APBN dapat dimodifikasi melalui perubahan Peraturan Presiden atau diajukan kembali sebagai RUU APBN perubahan.

Tantangan dan Peluang Pengelolaan Keuangan Publik
Transparansi dan akuntabilitas menjadi tantangan utama dalam pengelolaan keuangan publik. Praktik korupsi, birokrasi yang lambat, dan kurangnya akses masyarakat terhadap informasi anggaran adalah beberapa hambatan yang sering ditemui. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk:

  1. Meningkatkan Transparansi: Informasi tentang anggaran negara harus tersedia secara luas dan mudah diakses masyarakat, baik melalui publikasi online maupun laporan berkala.

  2. Penguatan Pengawasan: DPR, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan lembaga masyarakat sipil harus terus aktif mengawasi pengelolaan keuangan negara.

  3. Pemanfaatan Teknologi: Sistem informasi keuangan yang berbasis digital dapat meningkatkan efisiensi dan mencegah penyelewengan.


Keuangan publik adalah tulang punggung pengelolaan negara yang efektif. Dengan landasan hukum yang kuat, seperti yang diatur dalam hukum administrasi negara dan hak budget DPR, pengelolaan keuangan publik dapat diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. 

Peran aktif semua pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan keuangan dijalankan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Artikel ini dapat menjadi refleksi sekaligus ajakan bagi pembaca untuk lebih peduli terhadap isu-isu pengelolaan keuangan publik dan mendorong pemerintah untuk terus melakukan perbaikan. Karena, pada akhirnya, kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari setiap rupiah yang dianggarkan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun