Kerja Tim IT Kompasiana yang lamban kali ini berbuah manis.
Terlalu gegabah apabila Admin dan bahkan Kang Pepih Nugraha sendiri menyatakan 'berterima kasih' kepada akun Raizo karena kelakuannya yang tidak beretika konon mampu menyadarkan tim admin terutama departemen ITnya bagaimana lemahnya sistem keamanan di Kompasiana sendiri.
Seakan akan berusaha menghibur hati akan kegagalan yang terjadi dengan permintaan maaf yang bijak dan sebetulnya tidak perlu. Mengenaskan. Ditampar dan bahkan meminta maaf.
Bisa diibaratkan, Kompasiana ini seperti naik bis gratis yang apabila anda kecopetan, ditodong orang, bahkan sampai disayat pun tidak ada perlindungan sama sekali. Dan itulah yang terjadi pada akun akun yang berhasil diretas di kasus sebelumnya. Resiko tanggung penumpang.
Adanya kasus ini jadi timbul banyak pertanyaan. Lantas, bagaimana dengan keamanan hasil survey, data pribadi atau yang lainnya? Â Selama ini, sudah cukup berprasangka baik dengan mengatakan bahwa mengisi data pribadi dan lainnya adalah demi kemajuan Kompasiana sendiri. Â Namun bila ternyata tak bisa menjaganya, lantas buat apa meminta?
Secara pribadi, ini mungkin sebuah indikasi baik untuk meninggalkan Kompasiana.
Budaya permisif, itulah yang melekat erat sebagai jati diri bangsa kita. Sehingga kesalahan fatal seperti ini seakan akan terhapus dengan budaya tepa selira khas timur yang melekat erat.
Secara profesional, apabila tak mampu mengelola blog keroyokan ini ya lebih baik mengundurkan diri saja. Masih jauh lebih terhormat daripada pada akhirnya harus dipecat karena ternyata sistem sendiri tak kunjung ada genahnya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI