Peringatan maulid di negeri Syari'at Islam Aceh sejak dulu hingga saat ini digelar hingga berbulan-bulan. Ritual keagamaan tersebut dilakukan baik di Gampong, lembaga pendidikan, ormas, perkantoran dan lainnya termasuk dayah atau Balee pengajian.
Salah satunya Dayah Putri Mamba'ul Ulum Gampong Lueng Teungoh Kecamatan Bandar Dua yang dipimpin Tgk Muhammad yang merupakan putra ulama kharismatik Abu Uteun Bayu. Dayah yang terletak di pinggiran persawahan sejak dulu hingga saat ini aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Ayah Muhammad atau Tgk Ayah sebutan akrab masyarakat setempat kepada pimpinan dayah tersebut meskipun Kondisi saat ini belum pulih seratus persen pasca sakit yang dialaminya, namun semangat Beut Seumeubeut masih kuat hingga majelis pengajian di beberapa Gampong.
Maulid di Dayah Putri Mamba'ul Ulum digelar hari Senin tanggal 24 Januari 2022 meskipun sederhana namun tidak mengurangi kemeriahan dan semangat luar biasa yang ditunjukkan para santri yang belajar di dayah tersebut bahkan tamu undangan berdatangan dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat baik ulama, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah dan lainnya.
Santriwati yang belajar di Ribatul Khandi dengan pakaian khasnya, Ulia Nisa dan kawan-kawannya pasca hujan keberkahan menghampiri perayaan maulid di Dayah PMU (Putri Mamba'ul Ulum) Ulee Gle. Turunnya hujan memang waktu yang sangat tepat kala tamu sudah "pamit" dan tamu barupun sepertinya tak akan lagi bertambah.
Saat itulah makhluk langit itu membajiri bumi negeri Japakeh termasuk dayah putra Abu Uteun Bayu itu. Hujan begitu lebatnya. Saat reda rintikan tamu agung tersebut, pasukan Ribatul Khandi mengabadikan diri dalam selfisme. Sebuah atraksi khas dan seakan hambar tanpa adegan "selfisme" dengan gaya khasnya.