Berbicara tentang Liga Italia tentu kita tak sepenuhnya lupa tentang skandal "calciopoli" yang melibatkan beberapa tim besar macam Juventus, AC Milan, Fiorentina, Lazio, dan Reggina. Perlu diketahui, calciopoli merupakan salah satu skandal atau peristiwa terbesar dalam jagat sepakbola Italia pada tahun 2007.Â
Yang mana pada saat itu otoritas terkait di Italia berhasil membuktikan pada saat itu bahwa telah terjadi sebuah persekongkolan dari beberapa petinggi klub Sepakbola Italia pada saat itu guna membujuk wasit agar mau melakukan permainan yang beberapa skor akhirnya telah ditentukan sesuai dengan tujuan-tujuan tertentu.
Akibat peristiwa tersebut, beberap klub peserta liga Italia mendapatkan hukuman yakni pengurangan poin hingga degradasi satu tingkat ke liga serie B termasuk yang dialami oleh Juventus. Mulai saat itu, Juventus diharuskan berjuang dari kasta kedua sepakbola Italia agar dapat kembali promosi ke Serie A.
Beberapa tahun berlalu Juventus pun telah berhasil pulih dari pengalaman kelam akibat terlibat dalam skandal tersebut. Di bawah kepeimpinan Giovanni Agnelli serta di masa kepelatihan beberapa pelatih hebat seperti Antonio Conte, Hingga Massimiliano Alegri Juve telah berhasil menunjukkan eksistensinya  sebagai salah satu klub raksasa eropa asal negeri Pisa.
Di musim 2022-2023 mendatang, Juventus nampaknya serius untuk dapat memberikan persaingan di liga Italia. Maklum, dalam dua tahun terakhir Juventus seakan  terlempar dari perburun scudetto. Adalah Inter Milan dan AC Milan yang berhasil merusak dominasi Juventus di Liga Italia yakni masing-masing di  musim 2020-2021 dan 2021-2022. Lalu sejauh mana pergerakan Juventus dalam membangun skuad untuk musim depan? Dan sekuat apa Juventus musim 2022-2023 mendatang? Berikut ulasannya.
Kejutan di Bursa Transfer
Melihat dari pergerakan Juventus musim ini pada bursa transfer tentu agak mengherankan. Bagaimana tidak, Si Nyonya tua rela melepaskan begitu saja Paulo Dybala dari ke AS Roma pada musim ini. Padahal jika melihat kontribusinya dari sejak didatangkan dari Palermo pada musim 2015 lalu ia telah mampu menyumbangkan 210 penampilan dengan perolehan 82 gol termasuk menjadi bagian penting dari skuad Juventus yang mampu menembus partai final Liga Champions musim 2016/2017.Â
Selain itu Juventus juga telah melepas pemain bertahan andalannya musim lalu asal Belanda yakni Matthijs de ligt ke Bayern Munchen dengan biaya mencapai nominal 80 juta euro atau sekitar Rp 1,2 trilliun, dan Alvaro Moratta yang kembali ke Atletico Madrid setelah menyelesaikan masa peminjamannya di Juventus. Â
Akan tetapi walau kehilangan para pilar pentingnya, Juventus justru mendapatkan beberapa amunisi tambahan secara gratis guna memperkuat skuad musim depan. Pemain-pemain yang telah resmi mendarat di turin antara lain Angel di Maria (PSG/gratis), Paul Pogba (Manchester United/gratis), Andrea Cambiasso (Genoa/Rp 147 milliar), Federico Chiessa (Fiorentna/dipermanenkan), dan Gleison Bremer (Torino/Rp 712 milliar).