Mohon tunggu...
Band
Band Mohon Tunggu... Supir - Let There Be Love

(PPTBG) Pensiunan Penyanyi The Bee Gees

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Mengalahkan Vietnam yang Divoor Jepang

18 Januari 2024   15:01 Diperbarui: 18 Januari 2024   15:09 236
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rafael Struick, saat melawan Taiwan pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2024.Bolanas.com

Sehabis kalah 1-3 dari target menahan seri Irak, maka skenario Timnas guna memperoleh 4 poin jadi bergeser. 

Artinya pelatih Shin Tae Yong dan Timnas Garuda akan mengalahkan Vietnam untuk menggaet poin 3, dan menahan draw melawan Jepang untuk mengambil 1 poin, sehingga target pelatih untuk mengantongi 4 poin terpenuhi.

Sangat bisa mengalahkan Vietnam kerna saat menghadapi Jepang, Vietnam tetap aja kalah meski sudah divoor  2-1 oleh Jepang.

Jangan kita terpaku pada skor, melainkan cermati permainan Jepang kontra Vietnam dengan sekor 4-2, terlihat Jepang sengaja ngevoor Vietnam biar menang 2-1 lebih dulu, baru kemudian dirujak.

Saat skor 2-1 untuk Vietnam, terlihat Jepang mainnya kalem-kalem aja. Juga saat Jepang berbalik unggul sampe 4-2, walaupun bisa menambah skor lebih, tapi Jepang tampak santuy aja.

Kali ini, memang ada yang amat berbeda dari skuad Jepang dari seperti yang biasa kita lihat, pebola Jepang sekarang lebih bermain stylish dan nyaman, menampilkan level advance, seakan menunjukkan gini lo main bola, Lur! Tapi bukan berarti biar kalah asal gaya ya, Lur!

Mungkin di sini ada ruang yang bisa digunakan untuk mengalahkan Jepang nanti, kerna tipe main Jepang sekarang beda-beda tipis (beti) dengan tipe permainan Indonesia. 

Kerna tipe main yang serupa, maka kemungkinan permainan berjalan seimbang di semua lini, sehingga Jepang akan berpikir dua kali untuk ngevoor Timnas seperti yang mereka lakukan kepada Vietnam.

Kembali ke skenario awal dalam melawan bebuyutan Vietnam. Saat bermain melawan Irak, Timnas Garuda masih cukup cermat bertahan melawan Irak meski beberapa bolong di tengah yang merembet ke pertahanan yang terjadi masih bisa ditambal.

Sementara serangan gol balasan yang cerdik dari Yakob dan Marselino menampakkan sepakbola khas Indonesia yang bening. 

Sebuah skema sederhana dari flank kanan oleh spesialis sayap/fullback Yakob Sayuri mengejutkan pertahanan Irak yang tidak segaris. 

Marselino sebagai sayap kiri memiliki naluri lebih untuk menusuk ke tengah ke ruang kosong untuk menyepak bola indah ke gawang Irak.

Skema sayap bertemu sayap di tengah lapangan adalah satu sepakbola klasik yang dipakai skuad kesebelasan dunia, Yakob dan Marselino memainkannya dengan gaya Indonesia yang menyenangkan.

Barangkali aja skema sayap lebih cucok dipakai dalam melawan skuad yang superior seperti Irak dan Jepang. Yakob, Marselino, Witan dan Egy dengan komposisi pilihan yang tergantung pada kekuatan fullback lawan.

Menyerang menggunakan lini tengah dengan menurunkan penyerang tengah Raffael Struick saat melawan Irak, merupakan pilihan cukup bagus. 

Raffael yang bermain stylish dan menjadi breaker, sukses menciptakan overload bagi bek tengah Irak sehingga membuat rongga untuk sayap Yakob dan Marsel menusuk tengah.

Pertandingan kontra Irak bole dikate perkembangan perjalanan step-by-step Timnas yang positip, mungkin aje masih tersisa ketidaksabaran sebagai individu sehingga mempengaruhi skuad keseluruhan.

Pelatih T. Shin, kudu menambah agresivitas, mengurangi ketidaksabaran dan menambah keuletan yang akan menyeimbangkan tim. Hal ini yang diperlukan buat menundukkan skuad Vietnam. 

Kesebelasan Vietnam memiliki kecepatan, umpan bola depan yang disambut dari belakang dengan sprint, tendangan geledek, cut back yang berjarak, dan yang tak pernah ketinggalan memancing emosi, yang kebanyakan lewat sikut mereka.

Vietnam memang kuat, tapi linier, tidak ada permainan indah. Mereka bermain sangat pragmatis dan membosankan. 

Berbeda dengan Timnas Garuda yang kerap menampilkan sepakbola permainan indah dengan kelas yang baik meski kadang blunder. Mungkin itu sebabnya skuad Vietnam kadang iri, meskipun mereka menangan, tapi mereka tidak bisa bermain dengan gaya ternikmati bola kayak kita. Apalagi kayak Jepang kemarin.

Disiplin posisi adalah kunci menghadapi Vietnam yang kayak kapal terbang, selain itu menciptakan sebanyak peluang gol, menjadi lebih prioritas saat menghadapi kesebelasan yang linier seperti Vietnam. 

Artinya jika kebobolan, balas lagi dengan membobolkan, enggak perlu bertahan, sepakbola menyerang adalah yang terbaik dengan sebanyak-banyaknya menyerang ke pertahanan Vietnam.

Selamat mengalahkan Vietnam, Garuda! Dan ingat masih ada tim Jepang yang berbeda, yang bisa kita pecundangi pula. Optimis banget? Iya dong!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun