Mohon tunggu...
Band
Band Mohon Tunggu... Supir - Let There Be Love

(PPTBG) Pensiunan Penyanyi The Bee Gees

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Membeli Kenangan

30 Juni 2023   17:17 Diperbarui: 30 Juni 2023   17:17 130
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar pixabay.com

Di suatu jalan yang sepi, kendaraan itu menepi, lalu seorang perempuan melangkah keluar, sejenak mobil itupun melaju lagi.

Saat itu malam sedang di tengah, sehingga jalanan seperti bayangan. Perempuan itu menepi di pedestrian, dia menyulut rokok dan menghembus asapnya bercampur embun. Rokoknya yang menyala  jadi spot merah di ruang tak hingga.

Seorang anak lelaki yang tinggal di emperan belum jua terpejam, dia sedang menunggu harap. Dan ketika perempuan jenjang itu melaluinya, dia merentangkan lembaran uang ke tangan bocil itu.

Terimakasih tante Mira! Kata bocil. Perempuan bernama Mira itu cuek, dia malah berjalan melenggak-lenggok.

Aku berdoa jualan tante Mira selalu laku! Teriak bocil dari punggung perempuan. Tapi perempuan itu tak usik, dia melangkah lurus, hanya lengannya terangkat keatas dan dua jarinya membentuk V. Tak begitu jarak, perempuan Mira menghilang di telan bayangan konkrit bangunan.

Saya yang berada di sekitar sedikit nggliyeng, melewati kotak budak gelandang itu dan bertanya.

Apa maksud kau?
Maksud om?
Perempuan itulah, apa pulak yang dia jual?
Paras bocil itu mengerut takut. Tidak om!

Eh. Tak usahlah kau takut! Desak saya.
Anu om...
Ayolah..apa yang nona itu jual?
Katanya dia menjual kenangan! Jawab bocil jerih.
Bah, cammana pulak? Saya terheran sambil melepas pandang ke titik hilangnya wanita itu.

Malam berikutnya, rasa penasaran saya membuat saya menunggunya pada malam yang lebih awal.

Nunggu tante Mira, om? Tiba-tiba si bocil menghampiri.
Eh! Jam mana dia pulang? Saya mendesaknya.
Duabelas, om! Kata budak itu menjauh. Dia tampak sibuk menenteng kardus-kardus alas tidurnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun