Setelah semuanya beres, barulah saya amati tangan kanan mbah Tumini. Duh,punggung tangan terlihat menghitam. Sedangkan jari tengah seperti membusuk akibat luka basi. " Tidak tahu penyebabnya, mendadak rasanya gatal campur  perih dan saya garuk," kata mbah Tumini menjawab pertanyaan saya.

Karena belum menemukan titik temu, saya pun berpamitan sembari berjanji untuk mengupayakan dokter agar luka di tangan mbah Tumini bisa diobati. Â Hingga sesudah meninggalkan nenek uzur tersebut, saya segera melakukan koordinasi dengan para relawan. Hasilnya, salah satu relawan , yakni Vee Ul memastikan malam hari akan ada dokter yang mau mengunjungi mbah Tumini.

Itulah sedikit catatan tentang gadis uzur dari Desa Karang Tengah, selain berada dalam kegelapan dan kesendirian, beliau juga menderita diabetes basah yang hampir melenyapkan jari tengahnya. Sangat terima kasih untuk relawan, dokter Fitri, juga Elizabeth yang sudi jauh- jauh menyambangi mbah Tumini sebelum infeksi tersebut menjalar ke mana- mana. (*)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI