Ketika cinta bicara pada logika ia berkata,
“Apa yang engkau lakukan disini?” jawabnya,
”Aku hanya menemanimu disini agar engkau tak tersesat..”
Cinta berujar lagi, ”Aku tak butuh engkau menemaniku disini, karena aku tahu jalan ini takkan membuatku tersesat”
”tapi engkau tetap butuh aku”, jawab logika.
”Tidak, aku sama sekali tak membutuhkanmu. Aku akan berjalan menuju takdirku sendiri. Jiwa yang suci ini akan mengantarku ke tempat yang aku tuju. Engkau hanya akan memperlambat perjalananku menuju kesana. Engkau adalah wujud dari topeng-topeng harga diri dan kekerasan manusia, engkau takkan mampu berjalan bersamaku”.
Logika pun menjawab, ”aku memang topeng harga diri dimana manusia hidup dengan itu, aku memang bentuk kekerasan manusia dimana manusia mampu berdiri tegar dengan itu. Aku tak pernah salah melakukan itu semua, aku hanya ingin menemanimu bukan untuk apa-apa. Melainkan memang hanya untuk diriku sendiri”.
Kemudian Cintapun tersenyum sambil melangkah pergi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H