Fibonacci Puisi: Sisa-Sisa dari Senyumnya
terimalah sisa-sisa dari senyumnya
yang diberikan untukmu
dan rasakanlah
di qalbu
terimalah sisa-sisa dari senyumnya
sebagai pengganti kata
perpisahan yang
terakhir
karena masa penjemputannya tlah tiba
tak bisa berkata kata
hanya tersenyum
bisanya
relakan kepergiannya setelah itu
balaslah dengan doamu
semoga khusnul
khotimah
(sisa-sisa dari senyumnya, 2022)
Puisi pertama dari sebelas rincian judul puisi tentang Sisa-Sisa, khususnya tentang Sisa-Sisa dari Senyumnya. Semoga bermanfaat.
Catatan:
Bait pertama sampai dengan bait keempat semuanya terdiri dari empat baris.
Setiap barisnya tersusun dari jumlah suku kata (jumlah ketukan) yang mengikuti deret bilangan fibonacci: 13, 8, 5, 3.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Baca juga: Fibonacci Puisi: Keindahan Senyuman
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!