Hujan dan angin, hampir setiap hari, halangi ingin. Kita berpayung, ataukah bertopi, tutup kepala. Tak masuk angin, dan tidak pusing, jika berlama-lamaÂ
Terkadang seru juga, hujan dan senja, berduel lama. Senja inginkan indah, berbahagia, tiada hujan. Tapi tak mungkin, ia mengundang angin, padamkan nyala.
Topi menjadi saksi, saat berserah, hati yang pasrah. Percuma lawan hujan, tangisan awan yang kedinginan. Ia menyapa bumi, kadang merintik, sering melebat. Melepas rindu, meluap-luap, jadi penyebab kalap.
Topi menjadi saksi, saat berserah, hati yang pasrah. Silakan saja, hujan atau terang, tidak mengapa. Asalkan hati semakin teduh, jauh mengeluh.
Hujanku yang budiman, jaga rintikmu, sehingga nyaman.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI