Bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Suela, Lombok Timur, meraih juara 3 dalam lomba tulis-menulis sangat membanggakan. Lebih-lebih pada tingkat kabupaten dan kota.
Hal inilah yang diraih oleh Diaul Maesaroh dengan mengangkat topik berdimensi historis yakni Sumpah Pemuda dalam kontek kekinian.
Lomba digelar pada 28 Oktober 2022 oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Daerah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tentang manfaat dunia tulis-menulis, bahkan pendiri Nahdlatul Wathan kakek dari TGB, TGKH. Zainuddin Abdul Madjid yang juga Pahlawan Nasional pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap dunia tulis-menulis yang ia lupa pelajari.Â
Namun walaupun begitu, ia mampu mengarang kitab dan syair-syair yang jadi pedoman wirid dan semangat jama'ah Nahdlatul Wathan. Artinya, dunia tulis-menulis sangat penting dipelajari dan dipahami agar pengetahuan dan gagasan dapat dibagi lewat literasi dan bacaan yang mendalam dan lebih tajam.
Dalam jenjang SLTA, meraih prestasi tingkat kabupaten menurut hemat penulis cukup bergengsi. Walaupun hadiahnya hanya Rp 1 juta rupiah. Namun di usia yang belia itu, setidaknya bakat dan keterampilan sudah afa tertanam tinggal diasah dan dilatih secara terus-menerus.
Saya yakin, teman-teman Kompasiana juga jarang yang pernah meraih juara dalam dunia tulis-menulis di tingkat kabupaten dan kota?
Untuk itulah sebagai alumni sekolah SMANUELA, penulis sangat bangga melihat prestasi yang diraih oleh generasi sesudah penulis. Sebab, sebagai alumni, kita mampu belajar dan terus bersemangat untuk menulis tentang berbagai topik dalam kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H