Mohon tunggu...
APOLLO_ apollo
APOLLO_ apollo Mohon Tunggu... Dosen - Lyceum, Tan keno kinoyo ngopo

Aku Manusia Soliter, Latihan Moksa

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Buddha: Reinkarnasi, dan Karma

14 Juli 2023   21:35 Diperbarui: 14 Juli 2023   21:45 428
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tradisi Mahayana menerima berbagai macam teks dari berbagai genre dan gaya. Sekolah yang berbeda memiliki koleksi teks yang berbeda yang dianggap suci atau kanonik. Kanon Buddha Mahayana sering diterjemahkan ke dalam bahasa setempat (seperti wilayah tertorial bahasa Cina, Jepang, Korea, dan Vietnam). 

Tripiaka: Istilah ' Tripiaka ' ('Tiga Keranjang') secara tradisional digunakan untuk merujuk pada kitab suci Buddha yang berisi kumpulan tentang disiplin monastik, khotbah sering dalam bentuk sutra (dikenal dalam bahasa Pali sebagai sutta) dan analisis filosofis tentang ajaran Buddha (seringkali disebut sebagai dharma atau dhamma). 

Sama seperti tradisi Theravada, Tripiaka dianggap berwibawa. Akan tetapi, tidak seperti Buddhame Theravada, Tripiaka dipahami terbuka untuk penambahan dan dengan demikian terus memasukkan literatur baru. Jaaka: Terkandung dalam Tripiaka , Dongeng Jaaka adalah serangkaian cerita yang memerinci kelahiran kembali Sang Buddha sebelumnya. Kanon Mahayana memiliki banyak kisah tambahan yang tidak ditemukan dalam Tripiaka Theravada.Versi Daerah: Kumpulan literatur Buddha Mahayana berbeda tergantung pada daerah di Asia Timur. 

Tripiaka Tionghoa mengacu pada edisi literatur Buddha mana pun dalam bahasa Tionghoa. Edisi terbarunya memiliki 100 volume dan 3.360 karya. Sementara itu, Tripiaka Koreana adalah kanon Buddha Tiongkok versi Korea dan memuat 1.500 karya. Taisho Tripiaka adalah kompilasi Jepang dari 85 jilid dan 2.920 karya kanon Buddha Tiongkok dan komentar Jepang.

Sutra: Ada banyak koleksi sutra yang diterima oleh berbagai aliran yang diperlakukan sebagai suci dan berwibawa. Koleksi sutra utama termasuk Prajaparamita ('Kesempurnaan Kebijaksanaan', yang berisi 'Sutra Hati' yang diucapkan secara teratur), Sutra Mahaparinirvaa ('Perjalanan Agung ke Nirvaa'), Saddharmapuarka Sutra ('Sutra Dharma Teratai yang Menakjubkan'), dan Avatasaka Sutra ('Sutra Hiasan Bunga'). 

Naskah-naskah ini mewakili penafsiran ulang ajaran-ajaran Buddha awal yang ditemukan dalam Tripiaka. Tantra: Tantra adalah teks atau pedoman suci yang berisi ajaran dan praktik esoterik, seperti mantra dan petunjuk menggambar maalas . Teks-teks ini terutama digunakan oleh umat Buddha Vajrayana. Ajaran-ajaran ini sering dianggap berasal dari para buddha dan bodhisattva . Beberapa teks tantra utama termasuk Guhyasamaja Tantra dan Cakrasavara Tantra.

Dharma. Istilah ' dharma ' (' dhamma ' dalam bahasa Pali) merupakan konsep inti dalam agama Buddha yang memiliki berbagai arti. Secara umum, istilah tersebut mengacu pada tatanan alam atau hukum universal yang menopang semua keberadaan setiap saat. Buddha Sakyamuni menemukan (bukan menciptakan) kenyataan ini ketika beliau menjadi tercerahkan. Istilah dharma juga mengacu pada totalitas ajaran Buddha mengenai kebenaran ini dan khususnya cara praktik untuk mewujudkan kebenaran ini. Ajaran ini berisi uraian dan penjelasan tentang hukum universal yang mendasarinya.

Reinkarnasi dan Siklus Kelahiran Kembali (Sasara). Sasara (secara harfiah berarti "mengembara") adalah konsep luas yang mengacu pada siklus kelahiran kembali tanpa awal dan tanpa akhir yang menopang semua makhluk. Individu dianggap berpindah dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya tergantung pada karma mereka (yaitu perilaku moral). Ketidaktahuan (avidya) , yang merujuk pada ketidaktahuan akan realitas sebagaimana yang terwakili dalam pandangan terang Empat Kebenaran Mulia, dikatakan sebagai akar penyebab kelahiran kembali. 

Ketidaktahuan hidup berdampingan dengan tiga akar ketidakbajikan yang dikenal sebagai delusi (moha) , keserakahan (raga atau lobha) dan kemarahan (devea atau dosa) . Dalam Buddhame, dianggap bahwa terlahir kembali sebagai manusia adalah kelahiran yang istimewa karena seseorang memiliki kemampuan untuk maju dalam tujuan spiritualnya.

Bodhisattva. Konsep sentral dalam tradisi Buddha Mahayana adalah ' bodhisattva ', cita-cita spiritual seseorang yang mencari pencerahan demi semua makhluk. Seorang bodhisattva dikatakan mengambil sumpah welas asih (karua) untuk melupakan keselamatan mereka sendiri sampai semua makhluk yang terperangkap dalam siklus kelahiran kembali (sasara) dan penderitaan (dukha) dibebaskan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun