"Humility is a quality that lets others see your humanity..."
Didalam masyarakat, seorng pemimpin dipandang sebgai orang yang memiliki jiwa yang kuat serta karismatik yang mampu dijadikan pedoman oleh orang sekitarnya terutama oleh para pengikutnya. Seorang pemimpin dituntut untuk memperlihatkan sifat yang baik dan sebaiknya tidak menampakkan sifat yang tercela agar pengikutnya tetap menaruh rasa percaya dan terus menganggap bahwasannya pemimpin adalah seseorang yang harus dipatuhi dan diikuti segala perintah dan perbuatannya.
Seorang pemimpin biasanya akan dijaadikan panutan dikarenakan kemampuannya dalam mengontrol,merencanakan serta mencari solusi terbaik untuk masalah yang dihadapi oleh para pengikutnya. Keahlian mempengaruhi orang lain juga merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin guna merekrut setiap orang untuk menjadi anggota atau pengikutnya.
Banyak sekali aspek yang dilihat dari seorang pemimpin, pemimpin yang memiliki jiwa humble biasanya akan disenangi oleh para pengikutnya, dikarenkan akan sangat memudahkan mereka untuk lebih dekat dengan pemimpinnya serta memudahkan mereka untuk menyelasaikan pekerjaannya dengan baik.
Memiliki pemimpin yang humble membuat pengikutnya tidak segan-segan utnuk megkomunikasikan masalah yang terjadi sehingga para anggotanya bias dengan nyaman berada di bawah naungannya. Terbukanya komunikasi akan membuat rasa aman di dalam ranah pekerjaaan, sehingga tidak aka ada pekerja yang merasa terbebani apabila mengalami suatu masalah di dalam melakukan pekerjaan. Humble leadership merupakan hal yang penting pada masa sekarang, mengingat kemjuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang mengharuskan seorang pemimpin memiliki jiwa keterbukaan kepada pengikutnya.
Seorang pemimpin yang rendah hati akan memiliki kesadaran bahwasannya manusia juga memiliki kekurangan di dalam dirinya,sehingga dia akan memosisikan dirinya sebagai seorang pemimpin yang terbuka dengan segala macam masalah serta perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi. Seorang akademisi 'Harvard Business School' mengungkapkan ada 3 jenis humility yang diperlukan seorang pemimpin pada masa sekarang apabila pemimpin tersebut ingin memiliki kualitas yang baik dan mampu memiliki komunikasi yang baik dengan anggotanya
Pertama, 'intellectual humility' Adalah keadaan yang memperlihatkan sifat cerdas dan berilmunya seseorang dan seberapa terbukanya seseorang untuk mempelajari hal-hal baru untuk terus mengembangkan kemampuan dririnya membimbing anggota atau pengikutnya.
Untuk mempelajari ilmu-ilmu baru mereka tidak memandang dari mana dan dari siapa ilmu itu mereka dapatkan, mereka terfokus kepada ilmu yang disampaikan bukan pada siapa yang menyampaikan ilmu tersebut. Seorang pemimpin yang memiliki sifat intellectual humality akan sanagat beremangat mengupgrade dirinya, agar dalam memimpin mereka bias memberikan yang terbiak untuk anggotanya dengan memperaktekkan ilmu yang dimiliki.
Kedua, 'moral mumility', adalah keadaan dimana seorang yang pemimpin yang mampu menghargai pencapaian dari orang sekitarny serta tidak merasa dirirnya adalah yang terbaik dari orang lain. Bias dimisalkan sifat ini adalah kelapangan hati untuk memberikan apresiasi pada anggotanya baik itu di lingkungan keluarga,sekolah,dan pekerjaan.
Sesorang dengan kepribadian moral humility akan memiliki kecendrungan yng lebih objektif terhadap orang-orang disekitarnya. Mereka tidak keberatan untuk ikut berbaur dengan orang disekitarnya, mulai dari berbincang-bincang, makan bersama dan bertukar pikiran antara satu sama lainnnya. Sesorang sesperti itu adalah tipe orang yang sangat bias memanusiakan manusia sebagai mana mestinya tidak melihat status sosial serta kedudukannya.
Ketiga, 'personal humility' adalah keadaan dimana seorang pemimpin memiliki kemampuan bias berbagi wilayah atau panggung bersama orang lain, yang artinya seorang pemimpin tidak memiliki keinginan untuk menonjolkan dirinya seorang dan tidak menjadikan dirinya pusat perhatian banyak orang sehingga tidak menjadikkanya pemipin narsis yang hanya mementingkan dirinya sendiri, serta memiliki kepercayaan diri yang baik dan tidak memberatkan semua permasalahn hanya kepada bawahannya.
Seorang pemimpin yang memiliki sifat rendah hati tidak akan memposisikan dirinya sebagai seseorang yang harus dinomor satukan, dijunjung tinggi, dihargai, serta menganggap orang lain berada dibawah kakinya hanya karena mereka mempunyai kekuasaan dan jabatan yang tinggi.
Bahkan seorang pemimpin dengan kerendahan hati akan mendahulukan kepentingan anggotanya dibanding dengan kepentingan dirinya sediri, karena dia menyadari tugasnya sebagai pemipin adalah mengayomi anggota bukan untuk didewakaan atau dianggap tinggi oleh lainnya.
Langkah awal untuk menjadi seorang pemmpin humble adalah memiliki kerelaan untuk menjalin komunikasi yang kondusif dengan anggotanya. Biasanya pemimpin yang rendah hati akan memberikan ruang bagi anggotanya untuk mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan maupun diluar pekerjaan, sehingga akan menciptakan keharmonisan diantara pemimpin dan anggotanya.
Keharmonisan akan menciptakan keterbukaan serta menghapus sekat yang memisahkan antara pemimpin dan anggota sehingga tidak ada kata canggung. Hal ini sangat penting untuk dipelajari oleh generasi pada masa sekarang, terlebih lagi untuk mereka yang menginginkan work-life balance. Jika dilihat dari sisi pemimpin yang banyak kita temuka pada masa sekarang memprlihatkan sisi yang tidak baik dikarenakan terlalu bangga dengan kedudukannya sebagai pemimpin, hal itu bias membuat tidak adanya keharmonisan di lingkungan pekerjaan.
Hal itu dipacu oleh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat, sehingga para pemimpin masa sekarang yang lebih mementingkan pribadinya dibandingkan dengan anggotanya. Oleh karena itu, bagi geerasi milenal yang bercita-cita membangun usahanya sendiri dan menjadi boss atau pempin harusnya lebih banyak mempelajari bagaimana menjadi pemimpin yang diseganioleh banyak orang khususnya anggota di lingkungan pekerjannya agar tidak memberikan sekat yang terlalu besar diantara pemimpin dan anggotanya.
Generasi milenial memegang peranan yang sangat besar untuk kemajuan sector-sektor yang ada saat ini, agar memudahkan mereka melakukan pekerjaanya dengan baik dan teraturtanpa melihat posisi siapa yang paling tinggi namun tetap bias saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya.
Hal terpenting dalam hidup adalah keharmonisan entah itu di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah dan pekerjaan.
Keharmonisan menuntun kepada kenyamanan dan kebaikan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI