Sebagai orang yang masih waras, aku ingin berbagi tips nih  biar media sial, eh media sosial membawa perdamaian dan berfungsi sebagaimana diinginkan Mark Zukerberg, dan pencetus media sial, eh sial lagi, media sosial lainnya.
Pertama, kita harus dewasa lah dalam mengahadapi berbagai postingan orang lain yang bertebaran di beranda kita. Semisal itu adalah berita yang tidak jelas asalnya, alias seperti orang yang tak punya KTP. Jangan mudah percayalah kek gituan. Orang waras harus gunakan otak, kagak boleh dengkul. Emang bisa dengkul untuk berpikir? bisa donk bagi orang gak waras aja.
Gunakan seluruh paketanmu untuk menelusuri kevalidan sebuah berita, eman-eman kuota internet hanya untuk menyebarkan berita bohong. Intinya hati-hati, berita bohong, ujaran kebencian, provokatif, dan lain sebagainya, tanggapi dengan dengkul sehat, eh bukan, akal sehat.
Kedua, merangkul saudara kita yang sedang berpikir menggunakan dengkul. Sebagai sesama orang Indonesia, kita adalah saudara, karena nenek moyang kita dulu, berjuang bersama untuk mengusir para penjajah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Jadi, kita tidak boleh membiarkan saudara kita yang sedang dalam jurang kesesatan. Kalau ingin meniru caraku sih, mengingatkan dengan ikut mengomentarinya. Semisal, yang dipost merupakan berita bohong, kita bisa mengingatkan dengan UU ITE, dan tanpa melayani debat. Dengan harapan, ada yang membaca komentar kita dan bisa sadar.
Tanpa disadari kita sudah sampai ke penghujung pembahasan. harapan saya, kita harus sadar dari diri kita sendiri dan jika sudah sadar, maka kita harus menyadarkan orang lain yang belum sadar. Jadi bisa disimpulkan, sadar, dan menyadarkan adalah kunci dari media sosial, agar selalu dalam garis lurusnya yaitu untuk menjalin hubungan sosial dan bukan membawa sial.
 #satire #media sosial #hoaks media
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H