Saya selaku warga NU dan mungkin juga mewakili perasaan warga NU yang lain menyampaikan beberapa kegelisahan  sebagai berikut:
1. Keberpihakan NU melalui kebijakan PBNU terhadap capres tertentu pada pilpres 2024 yang telah berdampak pada perpecahan pd beberapa elit NU. Padahal NU harusnya netral tdk berpolitik praktis. Ingat Khittah perjuangan NU.
2. Penerimaan tawaran pengelolaan tambang dari pemerintah oleh PBNU menjadi legalitas bhw apapun harus dilakukan untuk mendapatkan uang bagi operasional NU. Padahal NU dulu dikenal dengan prinsip konservatif dalam memutuskan perkara muamalah dengan kajian fikih yang matang.
3. Kunjungan 5 anak muda NU ke Israel menemui Presiden Israel yg entah atas biaya siapa tanpa sepengetahuan PBNU makin memperlemah positioning NU di kancah muslim Indonesia.
4. Adanya temuan bahwa para habib dari klan baalawi ternyata bukan dzurriyah Rosul, dimana habaib ini tumbuh berkembang pesat di komunitas Nahdliyin. Bahkan temuan ini telah mendegradasi posisi habaib di beberapa kaum nahdliyin. Kasus ini diprediksi akan makin ramai dan berpotensi memecah belah kaum Nahdliyin. Dilanjut dengan penyimpangan sejarah NU dan pemalsuan makam oleh oknum habib.
5. Keributan PBNU dengan PKB dimana PBNU ingin take over PKB makin memperburuk citra NU sbg ormas ulama.
6. Kasus asusila kiai NU dan pengurus NU terhadap santrinya makin melengkapi carut Marut NU.
Setidaknya  Kasus-kasus ini pernah dan ada yg saat ini sedang viral dan sebagai bahan caci maki bullian terhadap NU dari mereka yg memang kritis atau yang tidak suka dengan NU.
Sebagai warga NU, sungguh ini menjadi suatu yg meresahkan, menggelisahkan sekaligus mengkhawatirkan masa depan NU. NU mau dibawa kemana? Apakah ini menandai akan kehancuran NU? Yg juga awal kehancuran Bangsa Indonesia?
Semoga tidak terjadi.
Wallahua'lam
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H