Bahwa saya lebih menyebut budi sebagai korban karena ia berada di tempat dan waktu yang salah saat ada program yang sekarang terlanjur ada dan tertanam dalam pikiran budi, ia korbannya dan siapa pelakunya ? "nggak penting !!!"
SIAPA SAJA ORANG DISKITAR ANAK ?
Bapaknya cerita ia sama sekali bukan anak yang biasa yang suka maen dengan temannya, ia anak yang baik sebenarnya, sangat mandiri dan lebih suka mengerjakan sendiri, dan menurut mereka kejadian dirumah dalam batas wajar dan normal, bahkan tidak ada kekerasan baik antara suami istr maupun seorang rewang ( pekerja rumah tangga ).
Tapi kenapa ia begitu ?
Ia ebih banyak menghabiskan waktunya di kamar, main game dan menonton televisi sendiri, kami hanya memberikan akses ke film kartun anak dan permainan yang ia sukai.
Apapun kebutuhannya kami selalu penuhi, karena kalau ia minta dan kami tidak penuhi lagi lagi ia akan melempari semua mainan robot, mobil dan banyak hal kemanapun tanpa kendali, "saya pikir ini pengaruh jahat" jelasnya.
WASPADA PENGARUH JAHAT TONTONAN ANAK
Orang tua zaman now memang pola pikirnya sederhana dan praktis, cukup belikan tv besar, tablet dan akses game dan tontonan film anak dianggap cukup.
Saat sudah begini yang disalahkan mahluk gaib bangsa setan dan jin, " kasihan kau jin dan setan "
Saya sangat sepakat ini ulah dan campur tangan seta dan jin tapi bukan secara harfiah dimaknai ada jin dan setan didalamnya secara nyata berbentuk setan yang ada di televisi, melainkan sifat -- sifat yang melekat didalamnya.
Secara ilmuah bahwa diawal saya menjelaskan bahwa gelombang alfa dan theta yang dominan aktif pada anak menjadikan anak relatif sangat sugestif, mudah menerima sugesti dari luar yang salah satunya adalah televisi dan game, tinggal yang jadi pertanyaannya apa yang ia tonton dan apa yang ia dengar dan rasakan.