Sumpah, pemuda! Sumpah demi apa pun kata "gaul" lebih populer dibanding "pintar". Sumpah, pemuda! Sumpah! Negara ini dipenuhi anak-anak yang baru akil balik di pojokan gelap semak-semak. Sumpah, pemuda! Sumpah! Tempat hiburan malam lebih ramai dikunjungi dibanding museum dan atau pusat kebudayaan. Sumpah, pemuda! Sumpah! Inovasi baru diciptakan untuk membuat trik baru mencontek, bukan untuk membangun bangsa. Sumpah, pemuda! Sumpah! Film horor yang isinya dada dan paha lebih digemari dari pada film edukatif inspiratif. Sumpah, pemuda! Sumpah! Buku yang menyinggung cinta-cinta "unyu" lebih laku ketimbang ensiklopedi sesuatu. Sumpah, pemuda! Sumpah! Murid SD lebih hafal lagu "Ayu Ting Ting" dari pada "Wage Rudolf Supratman" Sumpah, pemuda! Sumpah! Para remaja lebih hafal kisah jatuh bangun hubungan "Raffi Ahmad - Yuni Shara" dibanding "Legenda Situ Bagendit". Sumpah, pemuda! Sumpah! Tak ada uang untuk menyumbang aksi peduli ini itu, karena semua sudah buat beli rokok dan "cimeng". Sumpah, pemuda! Sumpah! Air susu mahal dan diganti air tajin, atau beli "intisari" sekalian! Sumpah, pemuda! Sumpah! Laki-laki umur produktif lebih bangga adu jotos berebut harta, tahta, dan wanita ketimbang pasang badan bela negara. Aduh, Sumpe deh ya... Sumpah, pemuda! Sumpah! sumpe' loe cong kalo ini yang namanya generasi penerus bangsa????? Cucooook deh booo..... Sumpe' loe??? susu tumpe' deh di otak loe...... #Sumpah, pemuda! saya sudah berusaha sekerasnya untuk menulis tentang Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 Kartika Ayu Andini Wiyono
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H