Anda sedang memegang smartphone saat membaca ini? Bagaimana dengan anak-anak di kamarnya, apakah juga sama?
Bulan November lalu, saya mendapat kiriman buku dari Supermom yang juga Kompasianer, Mbak Agustina Purwantini, yang isinya sangat menggugah nurani saya sebagai seorang ibu.
Buku ini ditulis oleh beliau bersama empat ibu hebat lainnya yaitu: Dwi Rahmawati, Dyah W.S., Kayla Mubara, dan Nenny Makmun.Â
Seperti yang kita ketahui, dunia telah amat diwarnai oleh kemajuan teknologi digital melalui telepon pintar dan laptop. Banyak kebaikan dan manfaat yang diperoleh. Namun bagi anak-anak kehadiran orang tua untuk mendampingi dan mengontrol amatlah diperlukan.
Inilah antara lain pesan yang disampaikan dalam buku tersebut. Orang tua dapat melakukan upaya untuk mengurangi kecanduan dan dampak lainnya pada anak. Salah satunya dengan membuat mereka mencintai buku.
Apa itu generasi smart?
Smart yang diterjemahkan dari kamus bahasa Inggris-bahasa Indonesia artinya: cerdas, pintar, ringan tangan, ulung, kocak, tampan, agak besar, licik, cepat, keras, bijak, dan encer.Â
Secara gamblang Anda dapat pula mengartikan sebagai generasi unggul, berpotensi, mampu bersaing, dan menjadi pesaing.
Bagaimanakah cirinya?
- Gemar belajar dan mencari ilmu
- Aktif mengembangkan diri
- Mampu menemukan solusi
- Berani menunjukkan kemampuan
- Sigap menaklukkan rintangan
- Pantang menyerah
- Dapat memimpin kelompok
- Selalu berpikiran ke depan
Mengapa saya harus tergugah?
Pertanyaan ini mendasari ajakan kepada anak kami pada masa liburan sekolah yang lalu. Ia menyambut senang karena terakhir mengajaknya saat masih kecil.