Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://ikhwanulhalim.com WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Semuanya Baik-Baik Saja

14 Juni 2023   07:45 Diperbarui: 14 Juni 2023   17:33 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto ilustrasi: dok. pri. Ikhwanul Halim

Aku dan Simbok mengintip dari balik tirai jendela dapur yang robek saat si kembar berlari melintasi halaman rumah mereka dan menuju pekarangan kami.

Rambut mereka---perak neon di bawah sinar matahari---dipotong batok dengan telinga yang terlalu kecil.

"Ciyakak! Ciyakak!" kata mereka, dengan lidah cadel. Kebutuhan khusus

Simbok melompat kaget, menunjuk. "Haf...haf...," mencoba tertawa tapi uratnya berkarat.

"Tenoklah!" salah satu kembar berteriak. Mendorong, terhuyung-huyung, mereka lari ke semak-semak dekat pintu belakang kami.

Simbok mengejar dalam daster rumah lusuh, kaki bersandal menuruni tangga. Aku mengikuti dari belakang.

Salah seorang dari si kembar menyeret seekor kucing mati dari bawah semak. Cakarnya kaku. Kurus, abu-abu, mata berkeropeng. Mungkin tersesat.

Simbok memeluk dirinya sendiri, bergoyang-goyang. Menyeka matanya yang basah dengan punggung tangan.

Si kembar saling menatap, lalu Simbok berkata, "Kami memberimu kucing baru! Kami memberimu kucing! Besok! Besok!"

Mereka melarikan diri, senang telah menemukan solusi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun