Kita mencium bau ikan asin dan udara pantai yang asin. Kita mengikuti jalur kereta uap mini ke jembatan pelabuhan dari besi lengkung berkarat.
Anak-anak berlari di samping kereta, melambai ke arah penumpang yang tertiup angin sambil meniru bunyi 'tuuut, tuuut', saat tangan mereka meniru piston, dipompa maju mundur.
Aku tidak tahu kapan saatnya, apakah itu awalnya?
Apakah kamu menunggu sesuatu, atau hanya puas berjalan?
Kita tidak berciuman di jembatan pelabuhan dari besi lengkung berkarat yang kini tak ada lagi.
Mungkin kamu akan mundur. Aku takkan pernah tahu. Namun setiap kali aku mencium bau ikan asin, aku memikirkanmu dan Ulee Lheue.
Argo Parahyangan, 10 Februari 2023
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI