Ini bukan mimpi. Kamu tidak sedang tidur.
Suara-suara itu masih ada di kepalamu. Ada darah di bajumu setelah menolong gadis kecil itu.
Mungkin ada darahmu sendiri juga di situ.
Kamu pergi ke rumah sakit tempat orang-orang berdesakan. Jumlahnya ratusan. Segala sesuatu di dalam bagai gerakan lambat.
Kamu melihat orang menelepon, beberapa duduk di lantai, beberapa bertelanjang dada. Beberapa mengusap air mata dengan tangan kotor dan berkata, "aku tak tahu, aku tak tahu," ke ponsel mereka.
Di luar, malam yang retak terpincang-pincang menuju pagi. Semua orang ingin memberi. Untuk mendonorkan darah mereka. Untuk mencoba mengembalikan hidup dengan cara yang benar.
Kamu melihat orang-orang dari segala usia. Dan kamu tidak memperhatikan ras mereka. Darah mereka berwarna sama. Darah manusia.
Kamu menyerahkan formulirmu ketika dua orang lansia berwajah pucat mengantre di belakang.
Bandung, 2 November 2022