Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://ikhwanulhalim.com WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Selfie dengan Awan Cendawan sebagai Latar Belakang

23 Maret 2022   12:12 Diperbarui: 23 Maret 2022   12:18 897
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
zocalopublicsquare.org

(1)

pagi terbangun
naik beberapa derajat sekaligus
berpakaian di samping air
dalam diam, odol yodium
rambutku hiasi

pipiku tembem
sayap ngengat
katak berkaki delapan

(2)

manusia datang untuk belajar
tentang tubuhku
berkumpul dan data yang tidak mungkin:
membuatku bosan
di luar kendali

kembali, meluncur, mungkin lapar
berlindung terlambat
aku membangun sebuah dunia

(3)

tidak akan pernah
ketenangan kolam pendingin
sekali: tsunami
lonjakan arus listrik
daki berkelupas
radioaktif

(4)

mencari asal-usul
asal: kita lahir
alam semesta berputar searah jarum jam

saat kita mati
berputar yang lain
semangat mengikuti

masih? mengikuti prosedur?
atau berpikir kita
bisa mencegahnya tamat
rencana yang-

(5)

belajar untuk berpikir
kecuali akting
berbeda doktrin

memang:
betapa rapuh inti
memang:
sistem pecah saat diguncang keras
jika cukup diberi kesempatan
mencair

(6)

asal:
manusia datang karena darurat
waspada dan liar, ambulans badai
melolong menembus dinding sonik

dia bisa memanggil bencana
jika dia mau
mengapa itu penting?
salah siapa?
aku?
menimbun limbah


Bandung, 23 Maret 2022


Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun