Pastikan untuk selalu mengalokasikan dana untuk situasi darurat dan mengurangi pengeluaran yang bersifat tidak mendesak ketika penghasilan menurun.
2. Pentingnya Dana Darurat
Dana darurat adalah salah satu aspek terpenting dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Usia 20-an sering kali diwarnai dengan ketidakpastian, baik dalam pekerjaan, bisnis, maupun kesehatan.Â
Memiliki dana darurat yang mencakup setidaknya 3 hingga 6 bulan pengeluaran hidup adalah langkah penting untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau kerusakan mendadak pada barang-barang penting.
Menyiapkan dana darurat tidak harus dilakukan sekaligus. Anda bisa memulainya dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan secara rutin hingga jumlah yang diinginkan tercapai.Â
Pastikan dana ini tersimpan di tempat yang mudah diakses, namun tidak tergoda untuk digunakan dalam hal-hal konsumtif.
3. Menabung untuk Masa Depan
Tabungan bukan hanya tentang menyisihkan sisa uang setelah pengeluaran, melainkan komitmen untuk menempatkan sejumlah uang secara rutin demi masa depan.Â
Salah satu pendekatan terbaik adalah dengan mempraktikkan metode "bayar diri sendiri dulu." Artinya, begitu Anda menerima penghasilan, prioritaskan untuk menabung sebelum membelanjakannya untuk hal-hal lain.
Di usia 20-an, tujuan menabung bisa sangat bervariasi, mulai dari menyiapkan dana untuk pernikahan, pendidikan lebih lanjut, hingga membeli rumah.Â
Oleh karena itu, penting untuk menetapkan tujuan finansial yang jelas dan spesifik, sehingga Anda dapat lebih termotivasi dalam menabung. Anda juga bisa mempertimbangkan menabung di rekening terpisah agar tidak mudah terpakai.