Mohon tunggu...
Aufa Riza
Aufa Riza Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Islamic Communcation and Broadcasting Student STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Being Myself [Part 1]

31 Oktober 2023   19:02 Diperbarui: 31 Oktober 2023   19:22 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kehidupan yang baik adalah sebuah proses, bukan suatu keadaan yang ada dengan sendirinya. Kehidupan itu sendiri adalah arah, bukan tujuan. - Carl Rogers

Setiap orang memiliki cara pandangnya masing-masing dalam memaknai hidup, begitupun dengan saya yang masih menempuh perkuliahan dan menjadi mahasiswa. Tidak hanya itu, kini saya menjadi ketua dalam sebuah organisasi kemahasiswaan.

Banyak teman saya yang mengatakan menjadi ketua itu berat apalagi untuk mengatur anggotanya, terkadang ketua itu dituntut harus bisa dalam segala hal, sudah seperti wonderwomen saja yang bisa menyelamatkan dunia. Terlebih disaat-saat tersulit dalam kegiatan ketua ditinggalkan oleh anggotanya, tentu hal seperti itu menjadi pertimbangan bagi saya sebelum akhirnya saya memutuskan sanggup untuk menjadi ketua.

Ditambah lagi dengan kepribadian saya yang kurang percaya diri untuk tampil depan orang banyak, bahkan untuk berbicara dengan orang lain saja butuh usaha lebih yang harus saya lakukan, apalagi harus bertemu, mengobrol bahkan membangun hubungan yang baik setiap harinya dengan anggota himpunan, tentu ini bukan hal yang mudah bagi saya. Baru dengan anggota himpunan belum dengan dosen dan orang-orang diluar untuk membangun relasi, memikirkannya saja sudah sangat melelahkan bagi saya.

Namun setelah  saya berfikir kembali, dari pada saya hanya keluar masuk mata kuliah kalau kata orang kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) awalnya saya memang betah dalam situasi ini tetapi entah kenapa setelah satu semester perkuliahan terlewatkan saya mulai merasa ini bukan jalan yang saya inginkan sebenarnya dan mulai berfikir apa sebenarnya yang saya butuhkan.

Mulai mencari hal yang disukai

Saya mulai mengganti kebiasan yang saya lakukan, biasanya setelah jam perkuliahan berakhir saya pulang kerumah bermain hp dan menggunakan media sosial sampai tertidur, bangun dan keluar kamar ketika makan saja karena memang tidak tahu mau melakukan apa ditambahlagi dirumah terpasang wifi membuat saya semakin betah untuk rebahan di kamar.

Saya mengganti kebiasaan itu dengan mulai mencari teman yang lebih aktif, mengisi formulir pendaftaran masuk organisasi kampus, gabung menjadi panitia even-even kampus dan mulai bertemu dengan senior-senior dari Prodi KPI dan Prodi lainnya. Walau terkadang waktu-waktu yang biasa saya gunakan untuk rebahan dirumah menjadi berkurang karena mulai sibuk mempersiapkan kegiatan dan harus aktif dalam organisasi.

Tiba saatnya kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) bagi mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh kampus lewat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Saya yang tergabung dalam keanggotan saat itu merasa sangat lelah dan mendapat konflik internal dengan teman saya sendiri.

Teman kelas yang saya harap akan lebih mudah bekerjasama ternyata sebaliknya. Tidak bisa saling melengkapi dalam kerjasama tim itu ternyata sangat melelahkan. Mulai dari mendesain sertifikat, ngeprint, membuat berita, mengawasi peserta PBAK, mendokumentasikan kegiatan semua itu harus di siapkan. Yang mana kami sudah membagi porsi kerja maaing-masing, namun 2 orang dari tim kami tidak ikut dalam pelaksanaan kegiatan itu, dan mengharuskan kami berdua menyelesaikan semua.

Capek dalam sebuah kegiatan itu hal yang biasa, dan saya sudah memprediksi ini akan melelahkan. Namun ditambah dengan teman tim yang tidak bisa lebih kurang dalam kerjaan itu sangat menambah beban.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun