Mohon tunggu...
Aufaa Akhmad
Aufaa Akhmad Mohon Tunggu... Lainnya - Freelance

Terimakasih atas kunjungan nya

Selanjutnya

Tutup

Financial

Dampak Live Shopping Terhadap Pedagang Pasar Tanah Abang: Harga dan Omzet Tergerus

21 September 2023   11:58 Diperbarui: 21 September 2023   14:48 890
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pasar Tanah Abang (Theresia Agatha/VOI) 

Pasar Tanah Abang, yang terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan pakaian terbesar di Jakarta, menghadapi tantangan serius akibat munculnya tren live shopping di platform online.

Hmm, kira-kira apa ya nama platform online nya?  

Pedagang di pasar ini merasakan dampak negatif yang signifikan pada omzet mereka, dengan harga produk yang ditawarkan oleh penjual live shopping jauh di bawah harga rata-rata yang seharusnya. Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang bagaimana fenomena ini memengaruhi para pedagang di Pasar Tanah Abang.

Harga Terjun Bebas

Salah satu pedagang, Niken, yang menjual pakaian di Pasar Tanah Abang, mengeluhkan bahwa omzetnya telah tergerus habis karena persaingan dari pedagang live shopping. 

Harga yang ditawarkan oleh para live shopper jauh di bawah harga yang seharusnya, bahkan di bawah harga modal yang mereka keluarkan. Hal ini membuat para pedagang di pasar tersebut bingung dalam menentukan banderol harga yang tepat.

Niken dan rekan-rekannya telah mencoba berjualan secara online untuk mengatasi persaingan, tetapi persaingan dari pelaku live shopping membuat mereka tetap mengalami kerugian yang cukup besar. 

Produsen yang sebelumnya menjual produk dengan harga tertentu, ikut turun tangan dengan live shopping, menjual barang dengan harga yang sama seperti pedagang lainnya. Ini berarti para pedagang di bawahnya sulit bersaing dalam hal harga, sehingga harga barang secara keseluruhan terjun bebas.

Kerugian Besar

Kerugian yang dialami oleh pedagang seperti Niken sudah melebihi 50% dari omzet normal mereka. Jika sebelumnya mereka bisa meraup keuntungan hingga Rp12 juta per bulan, sekarang untuk mendapatkan untung Rp500.000 saja menjadi hal yang sulit. Langganan mereka juga mulai mengurangi pembelian mereka karena harga yang terus berkurang.

Anggita, pedagang pakaian gamis di Pasar Tanah Abang, mengeluhkan bahwa omzetnya telah berkurang hingga 80-90%. Ini merupakan dampak signifikan bagi para pedagang fisik yang mengandalkan pembeli yang datang langsung ke toko mereka. Toko online menjadi lebih menarik bagi pembeli karena kenyamanannya.

Jatuhnya Harga di Pasaran

Para pedagang juga menyebut bahwa live shopping telah menjatuhkan harga di pasaran. Hal ini membuat para produsen dan pedagang di pasar tradisional merasa tertekan karena harga jual produk mereka terus menurun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun