Menjelajahi paviliun Indonesia, pengunjung dibawa merasakan pengalaman berjalan dari pulau ke pulau, melewati lampion raksasa yang menampilkan gambar bergerak laksana air, menggambarkan Indonesia sebagai negeri maritim. Di dalam pulau-pulau itu, para pengunjung bisa menikmati kekayaan literatur, cerita anak, kuliner serta beragam pertunjukan Indonesia kontemporer.
Paviliun Indonesia terdiri dari tujuh pulau. Island of Illumination menampilkan naskah dan manuskrip kuno. Pada Island of Words ditampilkan buku-buku Indonesia. Komik, kartun, cerita bergambar, novel grafis, dan animasi akan menyapa pengunjung di Island of Images. Pada Island of Inquiry, pengunjung bisa mengeksplorasi sains dan kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk digital. Di Island of Scenes, pengunjung dapat menyaksikan aneka pertunjukan dan pentas budaya. Sedangkan Island of Tales akan membawa pengunjung menyaksikan proyeksi gambar bergerak dan suara dari dunia dongeng Nusantara. Terakhir, Island of Spices akan menghidangkan aneka warna, bau, dan rasa kuliner Indonesia.
“Di paviliun, para pengunjung dapat merasakan Indonesia dengan seluruh indera mereka. Indonesia menunjukkkan berbagai wujud rupanya yang sangat beragam. Saya yakin pengunjung Pameran Buku Frankfurt akan membawa pulang kesan yang sepenuhnya baru dari negara yang menari kini, jauh dari berbagai stereotip sebelumnya,” kata Juergen Boos, Direktur Pameran Buku Frankfurt.
Pameran di Frankfurt selama lima hari ini akan menjadi puncak rangkaian acara yang digelar Indonesia setelah ditunjuk sebagai tamu kehormatan. Rangkaian acara dimulai Maret 2015, lewat Pameran Buku di Leipzig, London, dan Bologna. Setelah ada rangkaian seminar tentang Islam Indonesia di Cologne, Festival Tepi Sungai Frankfurt, Pasar Malam Indonesia di Hamburg, dan Pameran Aksara di Berlin.

Komite Nasional Indonesia untuk Tamu Kehormatan Franfurt Book Fair 2015