Bandung - Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kuliah umum bertajuk "Masa Depan TV Digital di Indonesia" dengan menghadirkan Ketua Umum Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) Eris Munandar. Acara yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan ini mengupas perkembangan televisi digital Indonesia yang telah melalui tiga fase besar sejak 2007.
Eris menjelaskan perjalanan TV digital dari fase awal dengan keterbatasan infrastruktur (2007-2012), fase pengembangan teknologi DVB-T2 (2012-2019), hingga fase migrasi saat ini dengan proses Analog Switch Off (ASO) bertahap. Dia memaparkan potensi ekonomi yang menggembirakan, dengan proyeksi tambahan 181 ribu kegiatan usaha baru dan 232 ribu lapangan pekerjaan.
Keunggulan TV digital tidak sekadar angka ekonomi, tetapi kualitas tayangan yang lebih baik, bersih, dan jernih. Teknologi ini juga mendukung kecepatan internet yang memperkuat layanan digital lainnya, menjadikannya peluang besar yang harus dimanfaatkan generasi muda.
Namun, Eris juga mengingatkan tantangan di balik peluang tersebut. Dia memprediksi bermunculannya channel televisi baru, perkembangan industri kreatif, dan meningkatnya kebutuhan konten kreator inovatif yang memerlukan adaptasi cepat dari pelaku industri penyiaran.
Dalam kesempatan tersebut, Eris mengajak mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung untuk mengembangkan kompetensi di bidang teknis, pembuatan konten, bisnis, dan soft skills digital. "Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan peluang dengan terus mengasah kreativitas dan inovasi," tegasnya.
Kuliah umum yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mendalam antara peserta dan narasumber. Para mahasiswa tampak antusias mendalami dinamika industri penyiaran digital yang tengah berkembang pesat.
Melalui kegiatan ini, UM Bandung menunjukkan komitmennya mempersiapkan mahasiswa menghadapi transformasi digital. Kuliah umum tersebut diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi penyiaran.***
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI