Mohon tunggu...
Jie Laksono
Jie Laksono Mohon Tunggu... Wiraswasta - What is grief if not love perseverance?

Ketika kata lebih nyaman diungkapkan lewat tulisan ketimbang lisan

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Chaos Sebelum Chaos

6 Januari 2021   03:29 Diperbarui: 6 Januari 2021   03:31 1163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustras, sumber: .express.co.uk

Malam itu hampir usai, akan tetapi matahari belum terbit lagi. Ribuan bintang masih terlihat menghiasi langit bumi. Jutaan manusia tidak tidur malam itu. Mata mereka tertuju pada tv di rumah mereka masing-masing, menunggu kabar terbaru mengenai "Chaos".

Tiga minggu lalu, para ilmuwan mendeteksi masuknya planet liar, yang kemudian dinamakan "Chaos", ke dalam system tata surya. Besar planet ini hampir serupa dengan Merkurius atau sepertiga besar Bumi. Planet Liar atau Rogue Planet adalah objek yang berkeliaran liar di luar angkasa dan tidak memiliki bintang induk. Planet liar dapat berupa bintang yang telah mati atau planet yang keluar dari system tata suryanya. Planet liar biasanya bersinar samar yang berasal dari panas inti planet tersebut. Akan tetapi, inti planet Chaos benar-benar padam, sehingga planet tersebut benar-benar tidak terlihat dan sulit mendeteksi keberadaannya.

Setelah terdeteksi beberapa minggu lalu, ilmuwan memprediksi jalur Chaos tidak akan bertabrakan dengan Bumi. Akan tetapi beberapa hari lalu, perhitungan baru para ilmuwan menunjukan bahwa Chaos akan bertabrakan dengan Ceres, Asteroid terbesar di Sabuk Asteroid yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter. Bila Ceres dan Chaos bertabrakan, akan berpotensi mengubah jalur Chaos sehingga perhitungan awal bahwa Chaos tidak akan bertabrakan dengan Bumi menjadi tidak valid.

Beberapa jam lalu, terkonfirmasi bahwa Chaos dan Ceres telah bertabrakan. Hal yang ditakutkan para ilmuwan terjadi, jalur Chaos berubah. Saat ini, Chaos beserta serpihan-serpihan Ceres menuju Bumi dengan kecepatan 8 kali lipat kecepatan revolusi Bumi terhadap matahari.

Hitung mundur sudah dimulai.

***

Pukul 07.00 WIB, 9 jam sebelum Chaos

Sepasang suami-istri, Dino dan Nita, duduk di sofa depan tv di rumah mereka. Dino adalah seorang Dekan di universitas swasta terkemuka di pinggiran Kota Jakarta. Perawakannya tinggi gagah dengan rambut yang selalu tersisir rapih, walaupun saat ia berada di rumah. Sedangkan Nita adalah seorang ibu rumah tangga berperawakan ramping yang hampir selalu terlihat berpakaian rok sepanjang betis dengan rambut yang disanggul. Akan tetapi penampilan sempurna tidak bisa menutupi kegelisahan yang benar-benar terlihat di raut muka mereka.  

Keduanya sibuk dengan handphone mereka tanpa mengindahkan siaran tv yang mengabarkan tabrakan antara Chaos dan Ceres yang sudah disiarkan berulang-ulang sejak beberapa jam lalu.

"Gimana mah? Bapak-ibu di Solo bisa kehubung?" Tanya Dino resah, "Belum pah, ibu-bapak di Malang juga gak bisa kehubung ini, gak ada yang bisa dihubungi sama sekali" Jawab Nita. "Tetep coba hubungi rumah Malang dan Solo mah, mudah-mudahan kita bisa komunikasi sama bapak-ibu sebelum kejadian" kata Dino. "Papah coba hubungin, mamah mau siapin sarapan sekalian bangunin Airin di kamar" jawab Nita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun