Napak Tilas 20 TAHUN TSUNAMI. HUNTARA DESA MEUNASAH BAK'U LEUPUNG Aceh
Dr dr Budi Laksono MHSc
Tsunami menghapus semua harta benda bahkan jiwa orang pantai barat Aceh. Maka, ketika beberapa malam sisa korban banyak yang tidur di alam terbuka. Kemudian bertahan setiap hari dengan mengais-ngais, sisa-sisa puing yang ada buat teduhan ala orang dijanan yang lagi bersedih di hatinya. Pada minggu kedua, mulai ada tenda tenda terutama di area kota, tetapi area jauh masih sedikit juga. Beberapa hari kemudian, tenda dari China, swedia, PMI, mulai dinikmati orang. Bahkan kami sempat dibekali tenda pramuka oleh pembina pramuka sahabat ku untuk diberikan pada pengungsi.
Bersama pengungsi kami di tenda Leupung. Tiga hari pertama semangat
Seseru kemah pramuka, tetapi hari berikutnya, apalagi ketika capai, tidak nyaman tidur di tenda yang terasa panas. Merasakan sedihnya tinggal di tenda, maka kami pikirkan bagamana membuat HUNTARA, hunian sementara. Diskusi dengan pak Arsyad, memunculkan ide rumah HUNTARA kayu, yang bisa dibuat cepat. HUNTARA ARSYAD BUDI 6. yang bisa dibuat bersama 6 orang pengungsi, dalam waktu 6 jam dengan biaya tak lebih 6 juta rupiah.
Perjuangan bangun HUNTARA berat bukan saja isue tak boleh bangun bangunan kurang 5 km dari pantai. Juga warga yang takut Terima karena nanti bisa tidak Terima rumah NEGARA.
Bahkan tentangan pejabat yang nyatakan HUNTARA dibangun setelah bulan rehabilitasi yaitu bulan 6. Kini fase emergensi. Baginya, yang tugas dibencana ini digaji besar dengan cara seperti argo taksi, tinggal di hotel ber AC, mk HUNTARA di bulan 6 atau 1 2 tak beda. Tapi bagi kami relawan yang hidup bersama di tenda dengan pengungsi, merasakan, kesedihan, kesengsaraan dan penantian tiap menit hidup lebih baik agar bisa memulai hidup wajar. Ketidak kuatan warga, akhirnya mau Terima HUNTARA kami, lewat donasi dari warga semarang melalui PMI. Terbangunlah 26 HUNTARA baru dan 11 bantuan material untuk lengkapi HUNTARA yang dibuat sendiri hasil mengkais sisa kayu sisa tsunsmi. Dari 300 keluarga yang tersisa dan kembali dari luar saat itu 50 an. Praktis tak ada keluarga utuh.
HUNTARA terbangun dan langsung ditempati dari bulan Februari 2005 hingga mereka dapat rumah tetap bulan Januari 2008. 3 tahun jasa HUNTARA bagi pengungsi.
Kini, 2024, 20 tahun pasca tsunami, jejak HUNTARA masih ada bagai museum sejarah indah cinta kasih sesama anak bangsa.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H